UMM Institutional Repository

STATUS HUKUM WARIA YANG SUDAH OPERASI PERUBAHAN KELAMIN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSISTIF

HAKIM, LUQMAN (2005) STATUS HUKUM WARIA YANG SUDAH OPERASI PERUBAHAN KELAMIN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSISTIF. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Berangkat dari semakin merebaknya operasi perubahan kelamin dari pria menjadi wanita atau sebaliknya yang dilakukan baik dikalangan waria, selebritis dan sebagian masyarakat, yang menimbulkan banyak pendapat baik yang pro maupun kontra dari berbagai macam lapisan masyarakat dan para praktisi hukum. Dengan dilatar belakangi fenomena tersebut di atas, peneliti ingin mengangkat satu permasalahan yakni : Bagaimana tinjauan hukum mengenai operasi perubahan kelamin menurut Ilmu kedokteran dan hukum Islam dan bagaimana status hukum waria yang telah melakukan operasi perubahan kelamin. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memberikan kepastian atau bisa dipakai sebagai pedoman menurut hukum Islam tentang status hukum waria yang lain yang akan melakukan operasi perubahan kelamin khususnya yang beragama Islam untuk melakukan atau tidak operasi tersebut dan untuk menambah khasanah perbendaharaan kepustakaan penulisan tentang masalah ini yang baru sedikit jumlahnya sehingga sulit untuk ditemui bila ada masalah-masalah seperti ini untuk pemecahannya dan juga bisa dipakai sebagai bahan bacaan untuk penulisan tentang masalah operasi perubahan kelamin, dan diharapkan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga ada manfaatnya untuk dimasa-masa yang akan datang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan berdasarkan hukum Islam sebagaimana secara eksplisit di terangkan di atas, penciptaan manusia yang tidak sempurna merupakan suatu kelainan, dan kelainan sex pada jasmani yaitu banci/khuntsa sedangkan kelainan sex pada rohani misalnya transexual, homosexual/lesbian dan sebagainya. Allah menciptakan manusia yang tidak sempurna merupakan suatu cobaan bagi manusia agar menggunakan akalnya untuk berusaha menyempurnakan kelainan tersebut. Kelainan merupakan suatu penyakit bagi manusia, untuk itu maka penyakit harus di hilangkan/disembuhkan. Operasi perubahan kelamin adalah salah satu penyembuhan penyakit sex pada jasmani yang lebih berhasil dibandingkan dengan upaya penyembuhan secara rohani misalnya neuroleptik, psikoterapi dan sebagainya. Semuanya itu merupakan cara penyembuhan kelainan sex, karena penyakit itu harus di obati. Jadi mengobati penyakit dianjurkan dalam agama Islam seperti yang di sebut dalam sunnah Rasul, karena mengobati penyakit untuk mencapai kemaslahatan asalkan tidak bertentangan degan nash yang ada. Ijma? para ulama? juga memperbolehkan melakukan operasi perubahan kelamin asalkan benar-benar untuk mengobati penyakit dan bukan untuk tujuan yang lain. Bisa juga kita menggunakan hukum dharurat untuk melakukan operasi perubahan kelamin seperti firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 173 yang artinya "Siapa saja dalam keadaan terpaksa sedang ia tidak menghendaki dan tidak pula melampaui batas makatidak ada dosa baginya". Hukum dharurat di gunakan bila hanya dengan operasi perubahan kelamin satu-satunya jalan yang bisa menyembuhkan penyakit setelah jalan lain telah diusahakan. Jadi pada dasarnya melakukan operasi perubahan kelamin menurut hukum Islam adalah untuk menghilangkan modharat/kesulitan/kerugian. Hasil kesimpulan yang didapat adalah operasi perubahan kelamin adalah operasi perubahan pada alat kelamin luar, sebagai salah satu upaya penyembuhan secara jasmani terhadap kelainan sex jasmani yaitu seseorang yang tergolong Pseudohermaphroditismus atau Hermaphroditismus, serta terhadap kelainan sex rohani yaitu Transexual. Operasi perubahan kelamin disamping menimbulkan suatu permasalahan yang kompleks juga perbuatan tersebut melibatkan ahli kedokteran, ahli jiwa, ahli hukum dan ahli agama di mana masing-masing pihak yang terlibat didalamnya harus dapat mempertanggungjawabkannya menurut bidang keilmuannya. Pendapat para Ulama terhadap operasi perubahan kelamin diperbolehkan sepanjang hanya sebagai suatu usaha untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan melakukan operasi perubahan kelamin di luar ketentuan tersebut hukumnya haram. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan yang akurat seputar kontradiksi tentang operasi perubahan kelamin dalam perspektif hukum Islam sehingga dapat memisahkan dengan jelas batasan-batasan mana yang termasuk diperbolehkan oleh syari?at dan yang tidak diperbolehkan atau diharamkan oleh syari?at sesuai dengan ketentuan hukum Islam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 17 Dec 2015 02:24
Last Modified: 17 Dec 2015 02:24
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19950

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo