UMM Institutional Repository

Pandangan Masyarakat terhadap Prostitusi Yang Dilakukan Mahasiswi di Malang ditinjau Dari Aspek Yuridis Sosiologis

PINRUA, MUHAMMAD RIFAI (2005) Pandangan Masyarakat terhadap Prostitusi Yang Dilakukan Mahasiswi di Malang ditinjau Dari Aspek Yuridis Sosiologis. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini berjudul "Pandangan Masyarakat terhadap Prostitusi Yang Dilakukan Mahasiswi di Malang ditinjau Dari Aspek Yuridis Sosiologis." Dengan permasalahan (1). Bagaimana pandangan masyarakat terhadap prostitusi yang dilakukan oleh mahasiswi ?; (2). Bagaimana pendapat masyarakat tentang penyebab; (3), bagaimana reaksi atau sikap/tindakan masyarakat terhadap prostitusi yang dilakukan mahasiswi di Malang ?. Lokasi penelitian memilih lokasi Kota Malang, dengan dasar pertimbangan secara kebetulan di wilayah ini berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan adanya praktek-praktek Prostitusi oleh kalangan mahasiswi. Metode pengumpulan data, dilakukan dua cara yaitu : Wawancara (interview), yaitu interview ini dilakukan wawancara, dengan pihak-pihak terkait dengan pokok permasalahan. Dalam hal ini wawancara dengan : Kalangan birokrat, dalam hal ini walikota Malang; Kalangan legislatif (DPRD); Kalangan pemilik kost; Kalangan tokoh agama; Kalangan Perguruan Tinggi, dalam hal ini PR III UMM; dan Aparat hukum (Polisi, jaksa, hakim dan pengacara serta akademisi). Kemudian data dilakukan analisa dengan metode deskriptif analisis ini hasil penelitian lapangan yang berupa data diyakini belum dapat memberikan pemecahan terhadap permasalahan yang dibahas, untuk itu data tersebut perlu diolah, pengolahannya didasarkan pada hasil penelitian lapangan yang kemudian dipadukan dengan yang didapat dari penelitian kepustakaan yang tujuannya adalah mendapatkan jawaban permasalahan yang telah dikemukakan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan antara lain sebagai berikut : (1). Bahwa pandangan berbagai kalangan mengenai prostitusi yang dilakukan mahasiswi apakah termasuk kejahatan (pelanggaran) atau tidak terdiri dari 2 pandangan, yaitu pertama, bahwa prostitusi adalah perbuatan pelanggaran atau kejahatan sebanyak 4 responden; kedua, menganggap prostitusi adalah perbuatan legal karena tidak dilarang dalam hukum positif, sebanyak 6 responden. Perbedaan pandangan mereka tersebut nampaknya dipengaruhi oleh jabatan, aktifitas keseharian atau profesi mereka, hal ini ditunjukkan oleh ternyata bagi kalangan praktisi, seperti Polri, Jaksa, Hakim dan Pengacara mereka berpandangan bahwaperbuatan prostitusi bukan suatu kejahatan. (2). Bahwa pendapat mereka mengenai faktor penyebab prostitusi mahasiswi disebabkan oleh karena pergaulan lingkungan, pemenuhan kebutuhan ekonomi dan kurangnya iman dan takwa. (3). Bahwa sikap atau reaksi berbagai kalangan terhadap prostitusi yang dilakukan mahasiswi juga beragam, yaitu ada yang bersikap dengan perbuatan nyata sebanyak 6 responden, tetapi selebihnya justru tidak ada sikap nyata yaitu 4 responden. Bagi responden pertama, sikap nyata tersebut sesungguhnya dilatarbelakangi oleh rasa tanggung jawab mereka terhadap fenomena lingkungan, sebaliknya bagi kalngan yang tidak bereaksi sesungguhnya disebabkan karena secara yuridis, tugas dan wewenang mereka tidak lebih harus berdasarkan ketentuan hukum (payung hukum). Sebagai upaya memperkecil angka kejahatan prostitusi yang dilakukan oleh mahasiswi di kota Malang, dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : (1). Hendaknya perguruan tinggi lebih peduli terhadap fenomena prostitusi yang dilakukan oleh mahasiswi meski perbuatan itu dilakukan di luar kampus, yaitu dengan membuat tata tertib atau peraturan disiplin mahasiswa. (2). Perlu segera dilakukan penyempurnaan ketentuan-ketentuan pasal dalam KUHP, khususnya berkenaan dengan pasal perzinahan, yaitu sudah tidak tepat lagi, jika zinah hanya diperuntukkan bagi mereka (suami atau istri) yang melakukan hubungan seks tanpa ikatan perkawinan yang sah. Artinya konsep Zinah, yaitu Persetubuhan di luar perkawinan yang sah selama mengganggu perasaan susila masyarakat sebagimana dituangkan dalam pasal 420 Rancangan KUHP tahun 2004 hendaknya segera diberlakukan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 17 Dec 2015 02:10
Last Modified: 17 Dec 2015 02:10
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19943

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo