UMM Institutional Repository

PENGARUH PLEDOI TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA/TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di Pengadilan Negeri Jombang)

WIJAYA, DANI (2005) PENGARUH PLEDOI TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA/TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di Pengadilan Negeri Jombang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Masalah pembuktian kian lama mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi masyarakat kita yang semakin bertambah besar jumlah penduduknya. Hal ini sudah barang tentu di dalam mengadakan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya tidak selalu memperoleh kesepakatan yang bulat, sehingga dapat pula menimbulkan suatu persengketaan atau perselisihan yang dibawa sampai ke pengadilan untuk memperoleh penyelesaian. Di dalam setiap perkara, baik perkara perdata maupun pidana, pembuktian berperanan sangat penting. Membuktikan berarti memberikan kepastian kepada hakim mengenai adanya peristiwa tertentu. Dari pembuktian yang diajukan para pihak yang bersengketa, hakim dapat menilai pihak mana yang mempunyai pembuktian lebih kuat. Dari keseluruhan hak-hak asasi yang ada didalam diri manusia, maka hak asasi yang berhubungan dengan hukum adalah "Hak-hak asasi manusia untuk mendapatkan perlakukan tata cara peradilan dan perlindungan atau procedural right, misalnya peraturan dalam hal penangkapan, penggeladahan, peradilan dan sebagainya". Khusus dalam perkara pidana, salah satu asas yang penting dalam Hukum Acara Pidana ialah "Asas Praduga Tak Bersalah". Asas tersebut dimuat dalam pasal 8 Undang-Undang Nomor 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang berbunyi sebagai berikut: "Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum yang tetap". Dalam suatu perkara pidana dalam penelitian ini adalah tindak pidana pembunuhan yang harus dicari dan ditemukan oleh hakim adalah kebenaran materiil. Seabgaimana dikatakan dalam pasal 183 KUHAP yaitu: Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. Untuk mendapatkan kebenaran materiil tersebut, menjadi tugas atau kewajiban dari aparat penegak hukum seperti: Polisi, Jaksa, Hakim dan Penasehat Hukum. Penasehat hukum disini berperan sangat penting bagi terdakwa karena penasehat hukumlah yang membantu memberikan bantuan hukum kepada terdakwa khususnya dalam hal pembelaan (pledoi). Ketika seseorang melakukan tindak pidana pembunuhan, maka dia mempunyai hak untuk melakukan pembelaan terhadap apa yang dilakukannya, dimana seorang pengacara akan dapat membantu terdakwa. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah pledoi sebagai salah satu tahapan pemeriksaan perkara pembunuhan selalu digunakan oleh terdakwa (2) Apakah pledoi yang disampaikan mempunyai pengaruh terhadap putusan hakim. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui lebih jelas pledoi sebagai salah satu tahapan pemeriksaan perkara pembunuhan (2) Untuk mengetahui sejuah manakah pengaruh pledoi yang disampaikan terhadap hakim dalam memutus perkara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan secara yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif dimaksudkan untuk mengkaji kaidah-kaidah hukum yang berlaku berkaitan dengan pledoi. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan data sekunder. Dalam penulisan dan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis yaitu dengan menggambarkan atau memaparkan secara jelas kondisi atau kenyataan lapangan yang selanjutnya disimpulkan dalam suatu uraian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bahwa pledoi sebagai salah satu tahapan pemeriksaan perkara pembunuhan yang tidak selalu digunakan oleh terdakwa karena dalam perkara pembunuhan tersebut harus diketahui lebih jelas tentang masalah yang sebenarnya apakah perkara tersebut disengaja atau tidak disengaja dan untuk membela diri pada si pelaku tersebut dari tuntutan hukum yang berlaku. (2) Bahwa pledoi yang disampaikan mempunyai pengaruh terhadap putusan hakim, dalam hal ini diharapkan dengan adanya pledoi, seorang hakim sebelum memutuskan perkaranya bisa mengambil beberapa pertimbangan dari pembelaan tersangka tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 15 Dec 2015 03:20
Last Modified: 15 Dec 2015 03:20
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19912

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo