UMM Institutional Repository

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN RUMAH SAKIT JIWA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN OLEH TENAGA KESEHATAN

WAHYUHADI, SYAHGRAHA (2005) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN RUMAH SAKIT JIWA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN OLEH TENAGA KESEHATAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-s1-2005-syahgrahaw-3640-1.+PENDA-N.pdf

Download (749kB) | Preview

Abstract

Pasien Rumah Sakit Jiwa merupakan orang yang mengalami gangguan kesehatan secara kejiwaan. Pasien ini harus diperlakukan dengan penuh kesabaran dan ketelitian karena pasien berperilaku dan bertingkah diluar daya pikirnya dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Namun demikian, pasien tidak dapat diperlakukan secara sewenang-wenang dan dengan cara kekerasan diluar standar medik yang telah ditetapkan. Seringkali terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien rumah sakit jiwa diluar tindakan medik dengan beragam alasan seperti dengan cara menendang, memukul, mengikat, dan lain sebagainya. Hal-hal yang dilakukan tersebut diatas adalah diluar tindakan medik dan merupakan suatu pelanggaran etika. Oleh karenanya, hal tersebut menjadi dasar alasan untuk melakukan analisis kajian atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien rumah sakit jiwa. Untuk memberikan batasan analisis dalam studi kasus tindak kekerasan yang dilakukan tenaga kesehatan terhadap pasien rumah sakit jiwa ini ditarik pokok permasalahan yang timbul, yaitu:(1) Bagaimana aspek perlindungan hukum terhadap pasien rumah sakit jiwa yang mengalami tindak kekerasan oleh tenaga kesehatan, (2) Bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dalam rangka melakukan analisis permasalahan diatas, penulis mengambil metode analisa dengan pendekatan yuridis normatif dimana dalam melakukan analisa ini dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, terdapat perlindungan hukum terhadap pasien rumah sakit jiwa yang mengalami tindak kekerasan oleh tenaga kesehatan diluar standar medik, yaitu dalam Undang-undang nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1995 tentang Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan, dan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Oleh karenanya, apabila terbukti adanya tindak kekerasan diluar standar medik dapat dilakukan upaya hukum untuk mendapat ganti rugi dan perlindungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien rumah sakit jiwa merupakan suatu pelanggaran terhadap etika kedokteran dan keperawatan dan pasien sebagai korban berhak mendapat perlindungan hukum serta dapat melakukan upaya hukum secara pidana maupun perdata.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 15 Dec 2015 03:07
Last Modified: 15 Dec 2015 03:07
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19906

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo