UMM Institutional Repository

ABORSI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

Kurniawati, Fitri (2004) ABORSI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kasus aborsi di Indonesia sangat memprihatnkan, baik yang terjadi di kota maupun di desa. Banyak faktor yang melatar belakangi para wanita untuk melakukan aborsi, seperti belum siap punya anak, terlalu banyak anak, akibat perkosaan,, hamil akibat seks pranikah, dan sebagainya. Banyak kalangan yang memperdebatkan masalah aborsi ini, disatu sisi menyarankan agar aborsi dilegalkan supaya angka kematian ibu (AKI) berkurang. Disisi lain ada yang tidak setuju dengan legalisasi aborsi karena bertentangan dengan nilai-nilai agama. Dari fenomena ini, penulis hendak memfokuskan studi bidang aborsi dalam perspektif hukum Islam dan hukum Positif. Selanjutnya permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana aborsi ditinjau dari perspektif hukum Islam dan hukum Positif serta bagaimanapula apabila aborsi dilakukan diluar alasan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketentuan-ketentuan aborsi dalam perspektif hukun Islam dan hukum Positif. Yaitu aborsi bagaimana yang diperbolehkan dan yang dilarang. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini, adalah metode deskriptif kualitatif sehingga diperoleh data yang menjelaskan bagaimana aborsi yang terjadi di Indonesia maupun di Negara lain dikaitkan dengan ketentuan yang ada dalam hukum Islam dan hukum Positif. Dari data yang diperoleh, baik berupa data primer atau sekunder didapatkan hasil bahwa dalam perspektif hukum Islam terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama, ada yang membolehkan dan ada yang mengatakan haram. Sementara dalam hukum Positif, aborsi pada umumnya dilarang, terdapat dalam Pasal 346, 347,348,349 dan 299. Tetapi ada pengecualian yaitu dalam Pasal 15 Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, yang mana aborsi dibenarkan karena alasan medis. Aborsi diluar alasan medis, dalam perspektif hukum Islam tidak diperbolehkan. Kemudian dalam hukum Positif, belum ada peraturan tentang hal tersebut yang ada yaitu pembenaran aborsi karena alasan medis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aborsi tidak diperbolehkan dalam hukum Islam maupun hukum Positif kecuali karena alasan medis.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 07 Dec 2015 04:43
Last Modified: 07 Dec 2015 04:43
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19826

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo