UMM Institutional Repository

UPAYA TIM RESKRIM DALAM MENGUNGKAP KASUS PENEMUAN MAYAT TAK DIKENAL MELALUI METODE DAKTILOSCOPY ( STUDI DI POLRES MALANG )

DARMAWANSYAH, M. SYAFRI (2005) UPAYA TIM RESKRIM DALAM MENGUNGKAP KASUS PENEMUAN MAYAT TAK DIKENAL MELALUI METODE DAKTILOSCOPY ( STUDI DI POLRES MALANG ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sidik jari adalah penyelidikan jari untuk mengetahui dan membeda-bedakan orang ( dengan meneliti garis-garis rekaman ujung jari ), dalam dunia Identifikasi Polri sidik jari merupakan salah satu sarana yang penting untuk melakukan pengenalan kembali terhadap seseorang. Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai pengungkapan kasus penemuan mayat tak dikenal melalui metode daktiloscopy ( sidik jari ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan yuridis terhadap penerapan metode daktiloscopy dalam acara peradilan, selain itu untuk mengetahui teknik pengambilan dan pengolahan sidik jari yang dilakukan Tim Reskrim di tempat kejadian perkara serta untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dialami Tim Reskrim dalam mengungkap kasus penemuan mayat tak dikenal melalui metode daktiloscopy ( sidik jari ). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif analisis, sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana tinjauan yuridis terhadap penerapan metode daktiloscopy ( sidik jari ) dalam acara peradilan, kemudian menggambarkan bagaimana teknik pengambilan dan pengolahan sidik jari yang dilakukan Tim Reskrim di tempat kejadian perkara dan selanjutnya menggambarkan hambatan apa saja yang dialami Tim Reskrim dalam mengungkap kasus penemuan mayat tak dikenal dengan menggunakan metode daktiloscopy ( sidik jari ) serta upaya-upaya yang dilakukan. Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil bahwa didunia penyidikan peranan sidik jari sangat penting, sidik jari tidak hanya digunakan untuk kegiatan Identifikasi mayat tak dikenal saja, melainkan dapat juga digunakan untuk Identifikasi kasus tindak pidana lain. Sedangkan tinjauan yuridis penerapan metode daktiloscopy dalam acara peradilan, dalam hal ini hasil sidik jari yang disampaikan melalui surat keterangan yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan mempunyai kekuatan bukti (keterangan ahli) dalam acara peradilan, sehingga sesuai dengan pasal 184 ayat (1) KUHP hasil sidik jari yang merupakan keterangan ahli maka dianggap sebagai alat bukti yang sah. Berdasarkan literatur dan penelitian yang mendalam, bahwa teknik pengambilan dan pengolahan sidik jari pada umumnya sama, hanya saja untuk pengambilan sidik jari pada mayat agar mendapatkan hasil yang baik ada perlakuan khusus yang dilakukan sesuai dengan kondisi mayat tersebut. Sedangkan hambatan-hambatan yang dialami Tim Reskrim dilapangan adalah karena beberapa faktor diantaranya kondisi tempat kejadian perkara yang dijumpai petugas telah berubah dan mengalami kerusakan baik yang disebabkan karena gangguan alam maupun manusia, kemudian faktor alat penunjang yang selama ini kurang lengkap sehingga mempengaruhi kinerja para petugas menjadi tidak efektif dan efisien, dan faktor SDM petugas yang sangat lemah juga sangat mempengaruhi terhadap hasil dari pelaksanaan pengambilan sidik jari, serta tidak adanya hukum yang mengatur secara tegas pengambilan sidik jari terhadap seluruh penduduk, yang akan digunakan untuk kepentingan kriminal maupun non kriminal, karena jika seluruh sidik jari penduduk dapat diambil maka hal ini sangat membantu para petugas dalam mengungkap pelaku maupun korban kasus pidana. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan dalam penelitian tentang pengungkapan kasus penemuan mayat tak dikenal melalui metode daktiloscopy ini, bahwa dalam dunia Identifikasi, metode daktiloscopy ( sidik jari ) juga dapat digunakan dalam pengungkapan kasus tindak pidana lainya, metode daktiloscopy mempunyai kekuatan bukti ( keterangan ahli ) dalam acara peradilan dan sebagai alat bukti yang sah. Teknik pengambilan dan pengolahan sidik jari pada umumnya sama hanya saja pada kasus mayat ada perlakuan khusus sesuai dengan kondisi mayat yang akan diambil sidik jarinya, kemudian baik tidaknya hasil pengambilan sidik jari dipengaruhi oleh faktor TKP, SDM Petugas, Alat Penunjang, dan Aspek Hukum yang tidak ada mengatur tentang pengambilan sidik jari seluruh penduduk, sehingga faktor-faktor tersebut yang menjadi hambatan para petugas dilapangan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 04 Dec 2015 05:56
Last Modified: 04 Dec 2015 05:56
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19768

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo