UMM Institutional Repository

PELAKSANAAN PRINSIP SYARIAH ATAS PEMBERIAN KREDIT (PEMBIAYAAN) OLEH BRI SYARIAH (STUDI PERBANDINGAN BRI Cab. KAWI DENGAN BRI SYARIAH MALANG)

BASALAMAH, AWAD (2005) PELAKSANAAN PRINSIP SYARIAH ATAS PEMBERIAN KREDIT (PEMBIAYAAN) OLEH BRI SYARIAH (STUDI PERBANDINGAN BRI Cab. KAWI DENGAN BRI SYARIAH MALANG). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45, keseimbangan dan peningkatan pelaksanaan pembangunan nasional yang berasaskan kekeluargaan, perlu senantiasa dipelihara dengan baik. Guna mencapai tujuan tersebut maka pelaksanaan pembangunan ekonomi harus lebih memperhatikan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan unsur-unsur pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional. Salah satu sarana yang mempunyai peran strategis dalam menyerasikan dan menyeimbangkan masing-masing unsur trilogi pembangunan itu adalah perbankan. Peran yang strategis tersebut disebabkan oleh fungsi utama bank yang merupakan suatu wahana yang dapat menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat secara efektif dan efisien, dengan berasaskan demokrasi ekonomi mendukung pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya ialah pertumbuhan dan stabilitas ekonomi ke arah peningkatan taraf hidup orang banyak. Tujuan penelitian ini, untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan pasal 8 UU No.10 Tahun 1998 jo UU No.7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, apa perbedaan da persamaan antara BRI Cab. Kawi Malang dengan BRI Syariah Malang dalam hal pemberian kredit. Selain itu upaya-upaya apa yang dilakukan BRI Syariah jika Prinsip Syariah tidak dapat diwujudkan dalam pemberian kredit. Metode penelitian ini ditekankan pada metode yuridis sosiologi, sehingga data yang diperoleh menggambarkan pelaksanaan pemberian kredit yang berdasarkan prinsip syariah, perbedaan dan persamaan bank BRI Cab. Kawi dengan BRI Syariah serta upaya-upaya yang dilakukan oleh bank BRI Syariah jika prinsip syariah tidak dapat diwujudkan. Melalui penelitian yang mendalam dan teliti, penelitian ini mendapatkan hasil, bahwa pemberian kredit di BRI Cab. Kawi dan pembiayaan di BRI Syariah mempunyai ketentuan-ketentuan yang harus diterima oleh nasabah dan tidak menutup kemungkinan nasabah juga diberi kesempatan untuk memberikan ketentuan dengan tidak mengurangi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sedangkan perbedaannya terletak dalam sistem, dimana dalam bank konvensional menggunakan sitem bunga sedangkan dalam bank syariah sistem bagi hasil. Persamaan bank konvensional dengan bank syariah, keduanya merupakan perjanjian pinjam-meminjam untuk suatu usaha. Upaya-upaya yang dapat dilakukan BRI Syariah dalam mewujudkan prinsip syariah dengan mensosialisasikan produk-produk yang ada. Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kredit pada bank BRI Konvensional atau pembiayaan pada BRI Syariah terdapat beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan nasabah guna terwujudnya pemberian kredit / pembiayaan dan yang menjadi perbedaan dan persamaan dari bank konvensional dengan bank syariah adalah sistem sedangkan persamaannya adalah sama-sama suatu perjanjian pinjam-meminjam. Serta upaya pelaksanaan prinsip syariah pihak bank syariah dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang produk-produknya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 04 Dec 2015 03:11
Last Modified: 04 Dec 2015 03:11
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19729

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo