UMM Institutional Repository

PERANAN DOKTER FORENSIK DALAM MEMBANTU PROSES PERADILAN(Studi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan Pengadilan Negeri Malang

Muasyaroh, Husnul (2005) PERANAN DOKTER FORENSIK DALAM MEMBANTU PROSES PERADILAN(Studi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan Pengadilan Negeri Malang. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dokter forensik merupakan seseorang yang telah diambil sumpah dan mengabdikan diri pada bidang kesehatan untuk kepentingan peradilan yaitu mempelajari sebab-sebab terjadinya suatu tindak pidana yang menyangkut tubuh atau jiwa manusia mempunyai peranan yang penting dalam menjelaskan titik permasalahan di persidangan. Bantuan dokter ini dilakukan secara tertulis yang dituangkan dalam Visum et Repertum dan biasanya digunakan sebagai salah satu alat bukti yang sah menurut pasal 184 dalam KUHAP selain itu dilakukan secara lisan untuk memperjelas isi dari Visum et Repertum yang dibuat oleh dokter forensik. Berdasarkan beberapa temuan penulis dalam penelitian secara umum dapat digambarkan bahwa sesungguhnya kehadiran dokter forensik dalam proses peradilan tidak hanya pada proses pembuatan visum saja akan tetapi memberikan keterangan di muka persidangan. Dokter forensik tidak hanya berperan dalam proses peradilan pidana yaitu dari tingkat penyelidikan sampai pelaksanaan putusan hakim akan tetapi berperan dalam proses peradilan perdata. Mengenai fungsi dari keterangan dokter forensik adalah sebagai alat bukti dengan memenuhi syarat materiil dan syarat formil. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter forensik merupakan seseorang yang diminta bantuan dalam melakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam Visum et R epertum serta sebagai keterangan ahli yang kekuatan pembuktiannya bebas tidak mengikat hakim dan dalam penanganan jenazah di setiap rumah sakit mempunyai tata cara sendiri, tetapi ada ketentuan yang tidak boleh dilewati yaitu adanya surat permintaan visum et repertum dari pihak penyidik dan adanya surat keterangan persetujuan dari pihak keluarga jenazah. Akan tetapi dalam pembuatan visum et repertum jenazah terdapat berbagai macam hambatan yakni dari pihak penyidik seperti keterlambatan permintaan visum, dari pihak keluarga karena tidak mengijinkan dilakukannya autopsi, dari pihak dokter karena butuh tempat untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan.Visum et repertum jenazah selalu dibutuhkan dalam setiap perkara yang menyangkut jiwa atau tubuh manusia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Fitriana Kasiani
Date Deposited: 03 Dec 2015 05:48
Last Modified: 03 Dec 2015 05:48
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/19704

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo