Al-Hajjaj, Abul Husain Muslim (2010) Tentang nikah mut`ah bahwa ia pernah dibolehkan lalu dihapus, kemudian dibolehkan kembali lalu dihapus lagi sampai hari kiamat_1. Kitab Nikah (Shohih Muslim) (14419).
|
Text
Tentang_nikah_mut%60ah_bahwa_ia_pernah_dibolehkan_lalu_dihapus%2C_kemudian_dibolehkan_kembali_lalu_dihapus_lagi_sampai_hari_kiamat_1.doc Download (33Kb) |
||
|
Text
Tentang_nikah_mut%60ah_bahwa_ia_pernah_dibolehkan_lalu_dihapus%2C_kemudian_dibolehkan_kembali_lalu_dihapus_lagi_sampai_hari_kiamat_1.ps Download (238Kb) | Preview |
Abstract
Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra., ia berkata: Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. tanpa membawa istri lalu kami bertanya: Bolehkah kami mengebiri diri? Beliau melarang kami melakukan itu kemudian memberikan rukhsah untuk menikahi wanita dengan pakaian sebagai mahar selama tempo waktu tertentu lalu Abdullah membacakan ayat: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Shahih Muslim No.2493)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Hadits |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 03 Apr 2012 02:07 |
| Last Modified: | 03 Apr 2012 02:07 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/1665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
