Boleh seseorang memanggil anak orang lain dengan ya bunayya (wahai anakku), dan disunatan hal itu untuk berkasih-sayang

Al-Hajjaj, Abul Husain Muslim (2010) Boleh seseorang memanggil anak orang lain dengan ya bunayya (wahai anakku), dan disunatan hal itu untuk berkasih-sayang. Kitab Adab (Shohih Muslim) (14315).

[img] Text
Boleh_seseorang_memanggil_anak_orang_lain_dengan_ya_bunayya_%28wahai_anakku%29%2C_dan_disunatan_hal_itu_untuk_berkasih-sayang.doc

Download (33kB)
[img]
Preview
Text
Boleh_seseorang_memanggil_anak_orang_lain_dengan_ya_bunayya__wahai_anakku_%2C_dan_disunatan_hal_itu_untuk_berkasih-sayang.ps

Download (243kB) | Preview

Abstract

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata: Tak seorang pun bertanya tentang Dajjal kepada Rasulullah saw. lebih banyak dari pertanyaanku kepada beliau dalam persoalan itu. Maka beliau bersabda: Wahai anakku! Apa yang membuatmu berpayah-payah memikirkannya? Sesungguhnya ia (Dajjal) tidak bakal membahayakanmu. Aku (Mughirah) berkata: Orang-orang beranggapan, bahwa ia akan memiliki sungai-sungai air dan gunung-gunung roti. Rasulullah saw. bersabda: Yang lebih dari itu, sangat mudah bagi Allah. (Shahih Muslim No.4005)

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Hadits
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 02 Apr 2012 06:12
Last Modified: 02 Apr 2012 06:12
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/1612

Actions (login required)

View Item View Item