UMM Institutional Repository

MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD UNTUK MENGAKOMODASI SISWA BERKEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

ADMA NOVIANA Y, DEWI (2011) MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD UNTUK MENGAKOMODASI SISWA BERKEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Proses pembelajaran yang baik, dapat menentukan keberhasilan tujuan pendidikan. Seperti yang diungkapkan oleh Soedijarto (1993: 25) bahwa kualitas pembelajaran di kelas lah yang menentukan mutu pendidikan. Proses pembelajaran yang baik tersebut dapat diperoleh apabila seorang Guru mengetahui kondisi siswa di tempat ia mengajar. Menurut Poerwanti & Widodo (2000: 29) Peran situasi belajar yang kondusif dan sehat adalah belajar yang dapat menumbuhkan “perasaan dekat” antara guru dan anak, merasa saling membutuhkan, saling menghargai dan sebagainya. Dengan demikian, terjadi hubungan timbal balik yang seimbang. Kegiatan belajar mengajar yang seimbang tersebut dapat tercapai, salah salah satunya dengan adanya pengetahuan Guru akan ciri kepribadian siswa. Menurut (Boeree, 2006) kepribadian adalah sesuatu yang unik dan membuatnya berbeda dengan orang lain. Untuk memahami masalah kepribadian, para ahli meneliti dan mengeluarkan berbagai teori tentang kepribadian dari berbagai segi pendekatan. Salah satunya adalah pendekatan tipologis yang dikemukakan oleh Jung dan Eysenck yaitu tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Dalam wikipedia, Eysenck mendefinisikan kepribadian tipe ekstrovert dengan ciri secara kronis kurang terangsang dan bosan sehingga membutuhkan stimulasi eksternal untuk membawa mereka ke tingkat optimal kinerja. Di sisi lain, pribadi introvert, secara kronis berlebihan terangsang dan gelisah dan karena itu membutuhkan kedamaian dan ketenangan untuk membawa mereka ke tingkat optimal kinerja. Pernyataan ini diperoleh Eysenck dari 16% sampel. Pada penelitian sebelumnya pribadi ekstrovert dan introvert ini sering digunakan untuk mengetahui hasil kinerja. Misalnya diujikan pada karyawan berkepribadian ekstrovert/introvert dan efektifitas kerja. Dua tipe kepribadian tersebut, diduga juga mempunyai andil terhadap proses pembelajaran di dalam kelas. Sebagai contoh, menurut pengakuan si A adalah seorang yang lebih dominan berkepribadian introvert. Suatu hari ia harus rela mendapatkan nilai 3 dalam ujian, karena tidak berani mengacungkan tangannya ketika ia tidak bisa melihat soal ujian dengan jelas, sehingga ia tidak mengerti maksud dari pertanyaan dalam ujian yang sedang di adakan. Para orang tua dan guru di Amerika menaruh perhatian lebih dalam hal sosial siswa. Menurut mereka berhasil tidaknya seseorang pada jenjang atau kehidupan selanjutnya berbanding lurus dengan penyesuaian sosial seorang anak (Hurlock, 1978: 47). Dari pernyataan tersebut, maka tipe pribadi introvert dan ekstrovertnya seorang siswa juga mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan siswa di sekolahnya. Karena dalam dua tipe ekstrovert dan introvert lebih mengarah pada sosial siswa. Dengan berbagai kebutuhan manusia akan sifat sosialnya tersebut, dibutuhkan sebuah model pembelajaran yang dapat menunjang sifat tersebut. Perkembangan model pembelajaran dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Salah satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif atau cooperative learning (Isjoni, 2011: 9). Cooperative Learning mencakup beragam teknik yang mensyaratkan siswa untuk dapat menjawab persoalan yang lebih besar bagi pembelajaran mereka sendiri. Tujuan cooperative learning akhirnya adalah memungkinkan masing-masing siswa agar lebih sukses di sekolah. Sebuah riset juga memperlihatkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran kooperatif menjadi dapat lebih diterima dan mengembangkan ketrampilan sosial siswa, seperti memberikan bantuan, mendengarkan pendapat, dan memecahkan konflik (Partin, 2009: 78). Program-program pembelajaran kerja sama seperti Divisi Pencapaian-Tim Siswa (STAD-Student Teams-Achievement Division) berhasil karena hal itu memberi imbalan bagi upaya dan peningkatan kelompok maupun perorangan dan karena kelompok bertanggungjawab atas pembelajaran masing-masing anggota setiap kelompok (Slavin, 2008: 127). Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa, efek positif dari cooperative learning tidak hanya pada prestasi akademik siswa, tetapi juga pada faktor-faktor penting lainnya seperti motivasi siswa, hubungan siswa (termasuk keterampilan kelompok dan penerimaan siswa yang rendah) dan menyukai sekolah. Cooperative learning yang biasa digunakan adalah STAD (Students Team Achievement Motivation) (Norman, 2005). Demikian halnya yang dikemukakan oleh Adesoji & Ibraheem (2009) bahwa STAD berpengaruh terhadap prestasi dan sikap siswa (F = 190,58; P <0,05) dan (F = 379,275, P <0,05. Dari beberapa uraian di atas, maka peneliti memilih judul “Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD untuk Mengakomodasi Siswa Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert”.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Mathematics Education
Depositing User: Gusti Vani Putri Cahya
Date Deposited: 02 Feb 2015 03:33
Last Modified: 02 Feb 2015 03:33
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/15496

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : infopus[at]umm.ac.id - Website : http://lib.umm.ac.id - Online Catalog : http://laser.umm.ac.id - Repository : http://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo