REPRESENTASI KEPERKASAAN TEKNOLOGI ATAS ALAM DALAM IKLAN TELEVISI (Analisis Semiotik Pada Iklan Obat Nyamuk Domestos Nomos versi “Cicak”)

Rachman, Herry (2006) REPRESENTASI KEPERKASAAN TEKNOLOGI ATAS ALAM DALAM IKLAN TELEVISI (Analisis Semiotik Pada Iklan Obat Nyamuk Domestos Nomos versi “Cicak”). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
REPRESENTASI_KEPERKASAAN_TEKNOLOGI_ATAS_ALAMDALAM_IKLAN_TELEVISI.pdf

Download (117kB) | Preview

Abstract

Setiap hari kita tidak bisa menghindar dari iklan, iklan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, dari dalam rumah dan dimanapun kita berada iklan akan selalu terlihat, terdengar dan terucap. Model/talent digunakan sebagai pendekatan iklan untuk mendukung suatu produk. Teknik animasi biasanya dijadikan pilihan bila konsep iklannya sulit dieksekusi dengan mempergunakan aktor dari dunia nyata (real film). Pada kategori obat nyamuk, model/talent yang digunakan biasanya diperankan oleh seorang ibu bersama anak atau keluarganya yang terkena gangguan nyamuk. Namun pada Iklan obat nyamuk Domestos Nomos versi “Cicak” menampilkan hewan cicak sebagai modelnya. Ketertarikan peneliti mengangkat iklan ini sebagai obyek penelitian dikarenakan iklan ini menggunakan hewan Cicak dan tidak menampilkan sosok manusia di dalamnya, sehingga yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna representasi keperkasaan teknologi atas alam dalam iklan obat nyamuk di televisi, dilihat dari perspektif semiotika. Adapun teori-teori yang digunakan untuk menganalisis atau menjelaskan fenomena diatas dalam penelitian ini antara lain Iklan sebagai bagian dari pemasaran (Kasali,1994;10), Iklan dalam masyarakat Industri dimana didalamnya membahas periklanan dari biro iklan hingga unsur kapitalisme dalam iklan (Noviani,2002;19), Produksi iklan untuk medium televisi (Wibowo, 1997 :139-141), iklan televisi sebagai teks (Piliang, 2003 :270) juga mengambil teori dari Alan Wurtzel tentang Talent, model dan artist, juga teori tentang Teknologi dan Alam. Konsep semiotik yang digunakan adalah konsep Roland Barthes, Charles Sanders Pierce, Vladimir Propp, dan Levi’s Strauss. Melalui Barthes pemaknaan atas tanda dilakukan dengan dua tingkatan yaitu denotasi dan konotasi, Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan yang merupakan perluasan dari konotasi yang berkembang, sehingga muncul pemaknaan mengenai konsep-konsep kreatif iklan tersebut. Sedangkan model Pierce data dikelompokkan sesuai dengan jenis dari tanda apakah termasuk dalam ikon, indeks ataupun simbol yang merupakan reprasentemen yang akan menimbulkan interpretasi mengenai iklan tersebut. Sementara itu dengan analisis Sintagmatik model Propp untuk memeriksa teks narasi untuk dapat menggambarkan tokoh dan karakter dramatis dari tokoh-tokoh iklan tersebut. Setelah itu dengan analisis Paradigmatik Strauss maka akan dilakukan perbandingan suatu pola pasangan oposisi yang tersembunyi dan menghasilkan pemaknaan baru yang dapat dibandingkan pada representasi yang telah di interpretasikan pada iklan Domestos Nomos versi “Cicak”. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, metode yang digunakan adalah metode semiotik dengan analisis interpretatif pada data-data yang ada pada iklan Domestos Nomos versi “Cicak”. Dengan memfokuskan kepada makna setting, warna, Gesture, Jingle atau efek audio dan pemaknaan pada keseluruhan makna tanda yang terdapat pada iklan tersebut. Representasi memiliki dua pengertian sehingga harus dibedakan antara keduanya. Pertama, representasi sebagai sebuah proses sosial dari representing, dan yang kedua, representasi sebagai produk dari proses sosial representing. Istilah yang pertama merujuk pada proses, sedangkan yang kedua adalah produk dari pembuatan tanda yang mengacu pada sebuah makna. (Noviani, 2002 :61). Pada iklan Domestos Nomos versi “Cicak” ini termasuk pada representasi kedua, dimana representasi dari pembuatan tanda yang mengacu pada sebuah makna. iklan Domestos Nomos versi “Cicak” ini secara denotatif merepresentasikan fungsi untuk membasmi nyamuk yang coba di tunjukkan oleh hewan yang merupakan ikon dari alamiah dan obat nyamuk bakar yang merupakan ikon dari teknologi, keduanya bertujuan mengusir nyamuk. Pada akhirnya obat nyamuk dapat menunjukkan keampuhannya kepada audience/konsumen. Sedangkan secara konotatif iklan ini merepresentasikan bahwa fungsi dari teknologi merupakan cara yang cepat, praktis dan efisien dibandingkan fungsi yang dilakukan secara alamiah/konvensional. Maka makna representasi hewan dalam iklan obat nyamuk bakar Domestos Nomos versi “Cicak” yang ditayangkan ditelevisi merupakan representasi keperkasaan teknologi atas fenomena alam, keberhasilan teknologi dalam menundukkan alam, dimana cicak merepresentasikan alam, obat nyamuk merepresentasikan kekuatan teknologi. Dengan demikian nyamuk bukan lagi korban dari “hukum alam”, tapi sebagai korban dari keperkasaan teknologi. Relasi antara cicak dan nyamuk merupakan metonimi dari intervensi teknologi atas hukum alam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 26 Jul 2012 07:54
Last Modified: 26 Jul 2012 07:54
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13503

Actions (login required)

View Item View Item