REPRESENTASI HUBUNGAN AYAH ANAK DALAM VIDEO KLIP(Analisis Semiotik Video Klip Lagu ‘Tatkala Letih Menunggu‘dari Ebiet G. Ade)

RUBIYANTO, BIBIN (2006) REPRESENTASI HUBUNGAN AYAH ANAK DALAM VIDEO KLIP(Analisis Semiotik Video Klip Lagu ‘Tatkala Letih Menunggu‘dari Ebiet G. Ade). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
REPRESENTASI_HUBUNGAN_AYAH_ANAK_DALAM_VIDEO_KLIP.pdf

Download (116kB) | Preview

Abstract

Tayangan Video klip lagu yang wring kita saksikan hampir setiap hari di layar televisi merupakan salah satu bagian dari strategi promosi dan pemasaran yang bertujuan untuk mendongkrak penjualan sebuah album lagu. Sebab, Video klip adalah karya seni yang multidimensional, di dalamnya terdapat unsur-unsur film, musik sekaligus Man. Video klip merupakan salah satu alat atau sarana penyampai ide dan gagasan. Ide dan gagasan tersebut diantaranya bisa mengenai realitas yang ada dalam masyarakat. Sebuah realitas peristiwa sehari-hari yang ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat. Realitas sosial dapat berupa struktur-struktur masyarakat, negara, keluarga, nilai-nilai kedaulatan, agama, adat, norma susila dan sebagainya. Manusia dalam menghadapi realitas hidup selalu dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menolak atau menerima realitas tersebut. Video klip merupakan perpaduan dari unsur audio (lirik lagu dan musik) dan visual (gambar yang bergerak). Penggabungan ini berfungsi untuk lebih menjelaskan suatu makna. Ketika video klip lagu disajikan dengan seksama, video klip lagu mampu menggambarkan realitas kehidupan dan memiliki fungsi sosial di dalam masyarakat tertentu. Seperti contoh, video klip lagu “Tatkala Letih Menunggu” yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade. Dalam Video klip lagu tersebut menceritakan beberapa gambaran realitas kehidupan yang terjadi di dalam masyarakat, yaitu : gambaran realitas hubungan ayah anak dalam keluarga. Hubungan ayah anak adalah hubungan yang sangat rentan, tidak sedikit fenomena di masyarakat terjadi ketidak harmonisan dalam hubungan ayah dan anak. Dengan alasan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang makna tanda yang terdapat dalam video klip lagu “Tatkala Letih Menunggu”. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memaknai tanda yang terkandung dalam video klip “Tatkala Letih Menunggu”. Pemaknaan video klip lagu tidak hanya sekadar mendeskripsikan alur cerita yang terdapat dalam serangkaian video klip. Akan tetapi harus dilakukan dengan menggunakan metode khusus yang cermat agar mendapatkan makna sesuai dengan yang dirumuskan. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode penelitian yang disebut dengan semiotik. Sehubungan dengan banyaknya pilihan metode semiotik dalam disiplin ilmu komunikasi, peneliti menggunakan metode semiotik Michael Riffaterre dan Charles Sanders Peirce sebagai acuan dalam menganalisis video klip lagu. Sebab semiotik Riffaterre yang cenderung pada penelitian sastra akan membantu memahami makna pada syair-syair lagu puitis Yaitu dengan selalu memperhatikan pembacaan heuristik dan hermeneutik pada syair lagu serta semiotik Pierce untuk melihat makna tanda dari segi objeknya yaitu, ikon, indek dan simbol yang terdapat dalam elemen visual maupun audio yang terdapat dalam video klip lagu. Video klip lagu “Tatkala Letih Menunggu” secara umum menggambarkan hubungan ayah anak. Dimana ayah tampak sebagai orangtua tunggal dalam keluarga. Sekarang ini berkembang pemahaman, sebagai orangtua tunggal adalah bentuk simbol modernisasi. Tingkat keberhasilan orangtua tunggal sering diukur dari sejauh mana mereka mempersembahkan yang terbaik bagi anak-anak. Sayangnya ukuran tersebut selama ini sebatas dilihat dari segi materi. Di sisi lain hancurnya sebuah peradaban sering dimulai dari hancurnya keluarga. Keluarga adalah benteng terakhir yang mempertahankan nilai-nilai luhur, kasih sayang, dan kebahagiaan. Ketika keluarga sudah tidak lagi utuh, hilang salah satu anggota keluarga, maka seseorang yang tumbuh dewasa akan kehilangan acuan tentang makna hidup dan kebahagiaan. Hal itu dapat memicu kehancuran keluarga termasuk fenomena orangtua tunggal. Dalam videoklip ini mengandung ideologi memihak pada keutuhan keluarga dan tidak mengukuhkan sebuah pandangan bentuk keluarga single parent sebagai gaya hidup masyarakat modern.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jul 2012 06:26
Last Modified: 26 Jul 2012 06:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13475

Actions (login required)

View Item View Item