KONSTRUKSI EROTIKADALAM MAJALAH COSMOPOLITANAnalisis Semiotik Artikel pada Rubrik Love and Lust

Puspaning Ayu, Ratih (2006) KONSTRUKSI EROTIKADALAM MAJALAH COSMOPOLITANAnalisis Semiotik Artikel pada Rubrik Love and Lust. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KONSTRUKSI_EROTIKADALAM_MAJALAH_COSMOPOLITANAnalisis.pdf

Download (94kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah fenomena, yaitu adanya dominasi tema-tema seksual dalam perkembangan media massa di tanah air –khususnya media cetak, baik kategori luar maupun lokal –yang diiringi dengan perdebatan seputar wacana porno dan erotika media. Tidak adanya kejelasan tentang batasan tampilan seksual dalam media, baik menurut hukum maupun kode etik jurnalistik, menyebabkan standarisasi porno dan erotika media menjadi serba relatif. Dengan demikian, diperlukan pembahasan dan analisis secara mendalam mengenai bagaimana konstruksi erotika dalam media massa, yaitu bagaimana media merepresentasikan seksualitas melalui berbagai produk jurnalistiknya. Dengan kata lain, teks erotik dalam media massa tidak hanya dipandang sebatas stimulus (seksual) eksternal –yang berdampak pada munculnya perilaku seks menyimpang –melainkan juga (lebih) dilihat sebagai sebuah proyek ideologis yang memiliki makna laten –yang secara halus mempengaruhi, mengarahkan, dan mengubah cara pandang seseorang terhadap sesuatu, seksualitas. Dalam hal ini, teks erotik dilihat sebagai sebuah sistem tanda yang menyembunyikan “makna dibalik makna”. Dengan demikian, semiotik sebagai ilmu tentang tanda –merupakan pendekatan sekaligus teori yang tepat dalam menganalisis permasalahan penelitian. Penelitian ini memadukan dua pendekatan dalam semiotik teks, yaitu semiotik sosial MAK Halliday dan semiotik konotasi Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah, pertama, untuk mengetahui efektifitas penggunaan bahasa dalam karya jurnalistik, melalui analisis linguistik sistemik fungsional semiotik sosial Halliday. Kedua, membongkar makna ideologis (mitos) dibalik simbol-simbol seksual, melalui konsep signifikasi dua tahap Barthes. Ruang lingkup penelitian ini adalah artikel pada rubrik “Love and Lust” dalam majalah Cosmopolitan, edisi Oktober 2005, dengan judul “5 Magic Spots You Can’t Miss!”, yang dipilih berdasarkan fokus penelitian, yaitu wacana liberasi seksual –yang dimaknai sebagai pembebasan seksual bagi kaum perempuan modern. Dalam hal ini, perempuan digambarkan sebagai aktor kunci yang seharusnya mengejar kenikmatan seks sebagai wujud ekspresi diri dan seksualnya. Penelitian ini menggunakan sumber informasi non manusia, yaitu dokumen, dengan dua jenis data: pertama, data primer yang diperoleh dengan cara mengkliping dan menulis ulang naskah (rewriting) sesuai naskah asli, tanpa editing. Kedua, data sekunder yang diperoleh melalui riset kepustakaan (studi literatur). Analisis data (teks) dalam penelitian ini diawali dengan deskripsi teks, meliputi: deskripsi konteks kultural dan situasi teks, deskripsi leksikogramatika, kohesi, struktur teks dan genre. Kemudian, dilanjutkan dengan dua tahap interpretasi data (teks), yang ditunjang dengan beberapa konsep dalam tinjauan teoritis, yaitu: teori tentang “industri budaya” oleh Max Horkheimer dan Theodor Adorno, kritik liberasi seksual menurut feminisme libertarian dan radikal, serta pornografi dan erotika media massa dalam tinjauan hukum dan kode etik jurnalistik. Dari hasil analisis data, maka dapat disimpulkan, pertama, penggunaan bahasa lisan-tulis cenderung tulis (akademik-ilmiah) dalam teks sudah sangat efektif, mengingat khalayaknya adalah perempuan menengah ke atas (dewasa-berpendidikan). Kedua, pemilihan bahasa dan penampilan selera merupakan upaya Cosmopolitan untuk merangkul khalayak. Pemilihan bahasa terkait dengan strategi ideologis, yaitu menerapkan solusi penyederhanaan problem hidup melalui penyeragaman selera seksual –dengan strategi bujuk rayu. Sedangkan, penampilan selera berkaitan dengan strategi “pemolesan wajah”, yaitu mengkonstruk citra majalah Cosmopolitan sebagai majalah kelas atas –dengan menampilkan materi seks ilmiah-edukatif. Ketiga, Cosmopolitan merupakan majalah khusus perempuan yang menganut ideologi liberalisme seksual dengan keberpihakan pada ideologi kapitalis-patriarkhi (bertentangan dengan spirit liberasi seksual). Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa efek negatif dari tampilan seksual dalam media massa tidak hanya dilihat dari tampilan luarnya (terkategori porno atau tidak), melainkan juga harus dilihat dari substansi materi seksualnya (tingkat edukasi dan efek psikologisnya bagi pembaca). Dengan demikian, diperlukan kajian-kajian tentang ketidakadilan gender dalam media massa, melalui berbagai studi terhadap penggunaan bahasa dalam teks erotik di media, dengan tujuan membuka kesadaran dan meningkatkan pengetahuan khalayak tentang strategi ideologis media dalam mempengaruhi pandangan, tindakan, dan minat pembaca. Oleh karena itu, disarankan kepada peneliti selanjutnya, untuk melakukan analisis teks media pada rubrik lain atau media-media lain yang sejenis, untuk memperkaya referensi tentang wacana erotisme media massa, khususnya mengenai bagaimana media mengkonstruk realitas seksual. Upaya tersebut juga harus mendapat dukungan penuh dari media melalui pelaksanaan kode etik secara konsekuen dan dukungan pemerintah melalui kejelasan produk hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 26 Jul 2012 05:21
Last Modified: 26 Jul 2012 05:21
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13415

Actions (login required)

View Item View Item