PENENTUAN WAKTU TANAM OPTIMAL TANAMAN PANGAN BERDASARKAN ANALISIS KESEIMBANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMENEP

Purwanto, Zasli (2006) PENENTUAN WAKTU TANAM OPTIMAL TANAMAN PANGAN BERDASARKAN ANALISIS KESEIMBANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMENEP. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENENTUAN_WAKTU_TANAM__OPTIMAL_TANAMAN.pdf

Download (128kB) | Preview

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan waktu tanam optimal tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau) di lahan kering Kabupaten Sumenep dengan menggunakan simulasi pada Software WARM (Water and Agroclimate Resources Management) yang menganalisis dan menginterpretasikan keseimbangan air tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juli 2005 di stasiun klimatologi sebagai sumber data iklim dan lokasi-lokasi terpilih sebagai sumber penunjang analisis keseimbangan air tanah di Kabupaten Sumenep. Alat yang digunakan adalah perangkat lunak (Software) MS Excel, WARM (Water and Agroclimate Resources Management), dan alat tulis menulis; data yang digunakan meliputi: data unsur iklim, tanah, tanaman, dan sistem pertanaman. Metode pelaksanaan meliputi: pengumpulan data iklim, tanah, tanaman, dan sistem pertanaman; penyusunan database agroklimat; pengelolaan data iklim; pembagian kelompok curah hujan; penentuan waktu tanam optimal. Waktu tanam terbaik ditentukan berdasarkan nilai ETR/ETM > 0,8 dan kehilangan hasil (%RLY) < 20%. Hasil penelitian Allen et al. (1998) menunjukkan bahwa kehilangan hasil yang masih bisa ditolerir adalah 20%, lebih dari nilai tersebut tidak dianjurkan karena kerugian yang akan ditimbulkan cukup besar. Penentuan waktu tanam optimal dilakukan selama tiga periode dalam satu tahun, yaitu musim hujan (Oktober – Pebruari), musim kemarau I (Meret – Juni), dan musim kemarau II (Juli – September) dengan tanggal tanam setiap sepuluh harian (dasarian) pada berbagai kejadian iklim, yaitu iklim normal (1983-1991), iklim el-nino (1982, 1994, 1997), dan iklim la-nina (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep terbagi atas 6 (enam) kelompok curah hujan (CH), dimana setiap kelompok memiliki waktu tanam berbeda, baik pada kejadian iklim normal, iklim el-nino, dan iklim la-nina. Kelompok CH I (kecamatan Ambunten), kelompok CH II (kecamatan Rubaru, Dasuk, Gapura, Manding, Kebonagung, Kota Sumenep, Ganding, Parsanga, Kalianget, dan Lenteng), kelompok CH III (kecamatan Dam Jepun), kelompok CH IV (kecamatan Guluk-guluk), kelompok CH V (kecamatan Pasongsongan dan Batu Putih), dan kelompok CH VI (kecamatan Parenduen/Pragaan, Saronggi, Dungkek, Batang-batang dan Bluto). Waktu tanam terpanjang pada iklim normal terdapat pada kelompok curah hujan II yaitu Nopember (II) – Januari (III), untuk iklim el-nino terdapat pada kelompok curah hujan II dan VI yaitu Desember (I) – Januari (III) dan untuk iklim la-nina terdapat pada kelompok curah hujan II yaitu Oktober (I) – April (III). Waktu tanam terpendek pada iklim normal terdapat pada kelompok curah hujan III yaitu Desember (III), untuk iklim el-nino terdapat pada kelompok curah hujan I yaitu Desember (I) – Januari (I) dan untuk iklim la-nina terdapat pada kelompok curah hujan IV yaitu Nopember (III) – Januari (III).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agronomy
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 26 Jul 2012 04:32
Last Modified: 26 Jul 2012 04:32
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13410

Actions (login required)

View Item View Item