TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK PADA INDUSTRI KECIL (Studi pada kawasan industri kecil di Kabupaten Trenggalek)

Restu Nugroho, Gagas (2006) TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK PADA INDUSTRI KECIL (Studi pada kawasan industri kecil di Kabupaten Trenggalek). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_KRIMINOLOGIS_TINDAK_PIDANA_PENCURIAN_LISTRIK.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Tugas akhir mengambil topik tentang tinjauan kriminilogis tindak pidana pencurian listrik pada industri kecil, dengan mengambil permasalahan sekaligus tujuan dari penelitian yaitu: Pertama, Faktor-faktor apa yang menyebabkan tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri kecil?, Kedua, Bagaimana bentuk-bentuk tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri kecil?, dan Ketiga, Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan PT. PLN (Persero) Trenggalek dalam menanggulangi tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri kecil? Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis kriminologis. Pendekatan sosiologis yaitu penulis melakukan pengamatan tingkah laku dan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sedangkan pendekatan kriminologis yaitu penulis melakukan kajian dari aspek faktor penyebab tindak pidana pencurian listrik pada industri kecil.Teknik pengumpulan data berupa pertama, Wawancara yaitu melakukan tanya jawab secara lisan dengan pihak-pihak yang terkait secara langsung maupun tidak langsung terhadap masalah-masalah yang akan diteliti. Kedua, Dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan dan mempelajari data-data dari Responden dan PT.PLN (Persero) Trenggalek yang berkaitan dengan masalah ketenegalistrikan dan masalah tindak pidana pencurian listrik pada industri kecil. Metode yang dipakai dalam penentuan sampel adalah teknik Purposive sampling yaitu sampel yang dipilh berdasarkan pertimbangan subyektif dari penelitian. Sehingga dalam hal ini peneliti menentukan sendiri responden mana yang dianggap dapat mewakili populasi. Dalam penelitian ini sampelnya adalah pemilik industri kecil pembuat es lilin ibu Musho, Bapak Murgiyani pemilik industri kecil pembuat tahu,dan Ibu Sopu ah pemilik industri kecil pembuat es lilin. Analisa yang dipilih adalah dengan menggunakan teknik analisa metode deskriptif analisis, yaitu menggambarkan hasil studi lapangan dan hasil studi pustaka kemudian menganalisa data yang diperoleh untuk membahas permasalahan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rumusan kesimpulan sesuai dengan permasalahan yang diangkat, yaitu pertama, Faktor-faktor yang menyebabkan tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri kecil adalah, dilatar belakangi oleh faktor diri individu pemilik industri kecil yaitu berupa kejiwaan diri orang yang bersangkutan, seperti keinginan memperoleh keuntungan yang banyak, terpengaruh dorongan dari orang lain untuk mencuri listrik. Selain itu faktor dari luar diri individu yang bersangkutan seperti faktor ekonomi, meniru perbuatan orang lain. Kedua, bentuk-bentuk tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri berdasarkan hasil temuan dalam pelaksanaan P2TL adalah pelanggaran golongan B (pelanggaran yang mempengaruhi batas daya tetapi tidak mempengaruhi pengukuran energi), pelanggaran golongan C (pelanggaran yang tidak mempengaruhi batas daya tetapi mempengaruhi pengukuran energi) , Pelanggaran golongan D (pelanggaran yang mempengaruhi batas daya dan mempengaruhi pengukuran energi). Ketiga, upaya-upaya yang dilakukan PT. PLN (Persero) Trenggalek dalam menanggulangi tindak pidana pencurian listrik yang dilakukan oleh industri kecil, yaitu :PT.PLN (Persero) Trenggalek melakukan manajemen segel, mengadakan kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) secara rutin setiap hari dalam setiap bulan, mengadakan sosialisasi lewat media masa (televisi, koran, majalah, radio, dan gambar-gambar slogan), mengadakan operasi PETIR, dimana dalam operasi ini yang melakukan adalah pihak POLRI bersama-sama dengan PLN, mengadakan operasi P2TL Gabungan Distribusi Jawa Timur, pemantauan terhadap pemakaian listrik yang tidak wajar selama 3 bulan berturut-turut, mengumpulkan informasi atau laporan masyarakat mengenai kinerja pegawai PLN, mengenai pencurian listrik, dan lain sebagainya. Akhirnya penulis menyarankan beberapa hal berikut, yaitu Pertama, memberikan informasi dan pengetahuan serta penyuluhan-penyuluhan kepada industri kecil dan masayarakat umum bahwa perbuatan mencuri listrik adalah perbuatan pidana, dan bagi pelakunya dapat dipidana dan didenda sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Kedua, meningkatkan kerjasama antara PT.PLN (Persero) dengan pihak kepolisian ataupun pihak-pihak lain yang terkait dalam menangani tindak pidana pencurian listrik. Ketiga, lebih meningkatkan kinerja tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), selain itu juga lebih meningkatkan kinerja petugas PLN. untuk lebih teliti dalam memeriksa meteran pelanggan. Keempat, kepada masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan tindak pidana pencurian listrik, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan melanggar hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 26 Jul 2012 04:21
Last Modified: 26 Jul 2012 04:21
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13390

Actions (login required)

View Item View Item