PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA DAN CASEIN HYDROLYSAT PADA KULTUR EMBRIO MANGGA (Mangifera indica L.) DALAM MEDIA B5 MODIFIKASI

Puji Setiawan, Eko (2006) PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA DAN CASEIN HYDROLYSAT PADA KULTUR EMBRIO MANGGA (Mangifera indica L.) DALAM MEDIA B5 MODIFIKASI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_KONSENTRASI_AIR_KELAPA_DAN_CASEIN_HYDROLYSAT.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan salah satu komoditi buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat potensial sebagai komoditi unggulan untuk ekspor. Aplikasi kultur in vitro pada tanaman mangga yang bertujuan untuk propagasi mikro maupun untuk program perbaikan sifat tanaman di Indonesia masih sangat terbatas. Embriogenesis merupakan salah satu metode dalam kultur in vitro tanaman yang memberikan harapan besar untuk mendukung perbaikan sifat tanaman mangga dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai konsentrasi air kelapa dan casein hydrolysat terhadap pertumbuhan embrio mangga (Mangifera indica L.) dalam media B5 modifikasi secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2006. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor I adalah Konsentrasi Casein Hydrolysat (C) yang terdiri dari 3 level (C1: 50 mg/l, C2: 100 mg/l dan C3: 150 mg/l). Faktor II adalah Konsentrasi Air Kelapa (A) tang terdiri dari 4 level (A1: 5%, A2: 10%, A3: 15% dan A4: 20%). Interaksi antara perlakuan casein hydrolysat dan air kelapa berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah, kecuali pada polyembrio pecah. Kombinasi perlakuan yang baik adalah casein hydrolysat 50 mg/l dan air kelapa 15%. Polyembrio hidup terbaik pada perlakuan casein hydrolysat 100 mg/l. Perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 20% adalah konsentrasi terbaik untuk polyembrio pecah. Perlakuan casein hydrolysat dengan konsentrasi 50 mg/l memiliki jumlah embrio terbanyak, perlakuan air kelapa dengan konsentrasi 15% memiliki jumlah embrio terbanyak. Persentase embrio membentuk tunas dan akar terbaik pada perlakuan casein hydrolysat dengan konsentrasi 50 mg/l dan air kelapa dengan konsentrasi 5%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agronomy
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 26 Jul 2012 04:20
Last Modified: 26 Jul 2012 04:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13389

Actions (login required)

View Item View Item