PESAN KEBEBASAN PERS DALAM SEBUAH FILM Analisis Semiotik pada film ISSUE karya Gunawan Paggaru

Prasetyo, Teguh Hadi (2006) PESAN KEBEBASAN PERS DALAM SEBUAH FILM Analisis Semiotik pada film ISSUE karya Gunawan Paggaru. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PESAN_KEBEBASAN_PERS_DALAM_SEBUAH_FILM_Analisis_Semiotik_pada_film_ISSUE_karya_Gunawan_Paggaru.pdf

Download (53kB) | Preview

Abstract

Film merupakan media komunikasi yang terbentuk dari kombinasi antara penyampaian pesan melalui gambar bergerak yang dihasilkan dari pemanfaatan teknologi kamera, pencahayaan, warna dan suara. Dalam penelitian ini film Issue menurut penulis menarik untuk diteliti karena film ini diproduksi oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, dan bagaimanakah sebuah stasiun televisi sebagai media kebebasan pers menggambarkan kebebasan pers itu sendiri, tentu hal tersebut akan bisa menghidupkan realitas, dan menarik untuk diteliti. Selain itu dalam film tersebut terdapat representasi kebebasan pers di Indonesia pada era reformasi sekarang ini yang membuat peneliti lebih tertarik. Secara material film terdiri atau dibangun oleh gambar-gambar. Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik dalam mencapai efek yang diharapkan. Yang paling penting dalam film adalah gambar dan suara. Hasil karya ini merupakan suatu seni peran dimana didalamnya tidak jauh dari gambaran kehidupan sehari-hari. Medianya bisa layar lebar (bioskop), layar televisi, VCD dan video yang membawa muatan pesan tertentu. Semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas obyek-obyek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Semiotik yang dominan dipakai dalam penelitian ini adalah semiotik Peirce dan Barthes dengan Strauss sebagai pembanding. Penelitian ini menggunakan metode penelitian semiotik analitik dengan tipe interpretatif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dengan selalu memperhatikan elemen tanda yaitu ikon, indeks, simbol yang kemudian dimaknakan secara Denotatif dan Konotatif tanpa mengesampingkan mitos yang ada (Roland Barthes) untuk memperoleh gambaran atau pengertian yang bersifat umum dan relatif menyeluruh mencakup permasalahan yang diteliti. Beberapa kategori tanda antara lain dapat dilihat dalam gerak tubuh, kostum, setting dan teknik pengambilan gambar. Semiotik digunakan untuk mempelajari sederetan luas obyek-obyek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Hasil analisa yang terdapat dalam film Issue karya Gunawan Paggaru secara umum menggambarkan tentang ketakutan, ancaman dan resiko seorang wartawan yaitu Linda dalam memberitakan sebuah kebenaran kepada masyarakat. Sedangkan makna konotasi yang terkandung dalam film ini adalah pada era reformasi kebebasan pers masih belum dapat terwujud dengan baik. Adanya reprsentasi pengekangan terhadap kebebasan pers yaitu tercermin dari adanya ancaman terhadap pekerja pers. Dalam proses penggambaran kebebasan pers tersebut banyak menampilkan dimensi dan karakter seorang jurnalis dari profesionalitas sebagai wartawan terhadap tekanan-tekanan dan ancaman-ancaman tentang penyebaran informasi yang dibutuhkan demi keselamatan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dan tercermin dari teror yang diterima Linda, baik secara langsung, malalui telepon gelap dan surat ancaman yang muncul pada gambar visualnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi film Issue karya Gunawan Paggaru yang ada secara umum berusaha memberikan pesan tentang ancaman dan resiko kebebasan pers kepada khalayak bahwa kebebasan pers di Indonesia belum sepenuhnya terlaksana.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 26 Jul 2012 03:37
Last Modified: 26 Jul 2012 03:37
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13345

Actions (login required)

View Item View Item