PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi kasus PT. PG Rajawali Krebet Baru)

RETNOSARI, VOVI (2006) PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi kasus PT. PG Rajawali Krebet Baru). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANCANGAN_SISTEM_PENGUKURAN_KINERJADENGAN_MENGGUNAKAN_METODEBALANCED_SCORECARD.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

PT. PG Rajawali Krebet Baru salah satu produsen gula, merupakan unit PG terbesar di lingkungan PT PG. Rajawali, selama ini masih menggunakan sistem penilaian kinerja perusahaan tradisional yang hanya berfokus pada pengukuran kinerja manufaktur. Penekanan penilaian kinerja perusahaan pada aspek-aspek non manufaktur, seperti tingkat kepuasan pelanggan, tingkat kepuasan karyawan kegiatan operasi internal serta aspek keuangan perusahaan masih kurang diperhatikan. Pengukuran yang hanya mempertimbangkan kinerja manufaktur tersebut masih banyak memiliki kelemahan karena perusahaan tidak mampu mengukur harta-harta tak tampak dan kemampuan sumber daya manusianya. Pada penelitian ini konsep yang digunakan dalam merancang system pengukuran kinerja adalah Balanced Scorecard (BSC). Dikatakan balanced karena pengukuran yang dilakukan berusaha menyeimbangkan antara pengukuran kinerja keuangan dan non-keuangan, tujuan jangka pendek dan jangka panjang, Iaggiilig indicator dan leading indicator, serta antara perspektif internal dan eksternal. Adapun perspektif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, sumber daya manusia dan organisasi, dan proses bisnis internal. Dari keempat perspektif ini kemudian dikembangkan menjadi indikator-indikator kinerja dapat diukur guna mengetahui tingkat pencapaian kinerja perusahaan. Berdasarkan penentuan indikator kinerja berdasarkan BSC kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan data-data yang diperoleh dari perusahaan untuk setiap indikatornya. Pengukuran ini menggunakan metode Objective Matrix (OMAX), di mana perusahaan secara periodik dapat melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap pencapaian kinerja seluruh cabang atau unit produksi. Dalam pengukuran menggunakan OMAX, dimasukkan pula unsur bobot dari tiap indikator yang diukur, di mana dalam penentuan bobot tiap indikator tersebut menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam pengukuran kinerja yang dilakukan menggunakan empat perspektif BSC dan menghasilkan 16 indikator kinerja. Hasil pengukuran kinerja selama lima periode (tahun 2001 sampai dengan 2005) Indeks pencapaian kinerja sebesar 6,957.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jul 2012 03:31
Last Modified: 26 Jul 2012 03:31
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13335

Actions (login required)

View Item View Item