PERSEPSI ANGGOTA KINE KLUB UMM TENTANG LEMBAGA SENSOR FILM DALAM MENYARING PORNO MEDIA

Patmasari, Ria (2006) PERSEPSI ANGGOTA KINE KLUB UMM TENTANG LEMBAGA SENSOR FILM DALAM MENYARING PORNO MEDIA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERSEPSI_ANGGOTA_KINE_KLUB_UMMTENTANG_LEMBAGA_SENSOR_FILMDALAM_MENYARING_PORNOMEDIA.pdf

Download (53kB) | Preview

Abstract

Salah satu cara untuk menyaring efek negatif pornomedia dalam film, difungsikanlah sebuah teknik yang dinamakan sensor. Sedangkan yang berhak untuk memberlakukan sensor dalam film adalah Lembaga Sensor Film dengan berpedoman pada UU Perfilman. Namun dalam perkembangannya kredibilitas sensor patut dipertanyakan, apakah benar dengan adanya sensor dalam tayangan sebuah film layar lebar, mampu menyaring efek-efek negatif pornomedia yang divisualisasikan dalam film yang terkena sensor tersebut. Kine Klub UMM yang mewakili para penikmat, penonton, apresiator, dan pembuat film, tentunya memiliki persepsi tersendiri tentang Lembaga Sensor Film. Adapun permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi anggota Kine Klub UMM tentang Lembaga Sensor Film dalam menyaring pornomedia. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi anggota Kine Klub UMM tentang Lembaga Sensor Film dalam menyaring pornomedia. Untuk membangun pemahaman secara teoritis fenomena yang diteliti, maka peneliti mengutarakan pandangan teoritis tentang relasi antara dunia film, negara dan masyarakat. Selanjutnya peneliti membahas pula tentang bagaimana posisi Lembaga Sensor Film dalam tarik-menarik antara kepentingan negara dan kepentingan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Kine Klub UMM yang berjumlah kurang lebih 400 orang. Adapun teknik pengambilan sampelnya, penulis menggunakan teknik purposive sampling . Berkaitan dengan hal tersebut penulis memilih informan dengan kriteria mereka telah menjadi anggota Kine Klub lebih dari satu tahun, dan peduli terhadap perkembangan LSF, maka dari kriteria tersebut diperoleh 15 orang sebagai informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis yang dikemukakan oleh Huberman dan Miles yaitu menggunakan matriks, kemudian dideskripsikan dengan menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data trianggulasi sumber dan pembahasan dengan teman sejawat. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa persepsi anggota Kine Klub UMM tentang Lembaga Sensor Film dalam menyaring pornomedia adalah masih tergolong kurang maksimal, mereka menilai kinerja LSF belum independen karena masih kental terlihat adanya intervensi dari kalangan para perwakilan agama yang duduk sebagai anggota LSF, ditambah lagi dengan masih adanya beberapa anggota LSF yang melakukan penyelewengan penarikan tarif sensor yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, serta kurangnya sosialisasi Undang-undang dan kriteria penyensoran pada masyarakat yang akhirnya menyebabkan kesimpang siuran informasi tentang LSF dan sensor. Atas dasar kesimpulan yang ada, penulis berupaya mengemukakan bentuk saran seperti diperlukan adanya kesadaran dari para audience tentang pentingnya self cencorship dan pendidikan apresiasi film yang diterapkan pada masing-masing individu untuk membantu menyaring efek negatif pornomedia, serta perlunya penelitian lanjutan mengenai permasalahan sensor film

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 26 Jul 2012 03:04
Last Modified: 26 Jul 2012 03:04
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13322

Actions (login required)

View Item View Item