UPAYA PENYIDIK MENGUNGKAP KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN DALIH ISU DUKUN SANTET DI PULAU SAPUDI KABUPATEN SUMENEP (STUDI KASUS DI POLRES SUMENEP)

RASIDI, TAUFAN (2006) UPAYA PENYIDIK MENGUNGKAP KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN DALIH ISU DUKUN SANTET DI PULAU SAPUDI KABUPATEN SUMENEP (STUDI KASUS DI POLRES SUMENEP). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UPAYA_PENYIDIK_MENGUNGKAP_KASUS_TINDAK_PIDANA_PEMBUNUHAN.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Obyek penelitian dan sekaligus yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa motif para pembunuh bayaran melakukan tindak pidana pembunuhan di Pulau Sapudi Kab. Sumenep? Upaya apa saja yang digunakan oleh Penyidik mengungkap kasus pembunuhan dengan dalih isu dukun santet di Pulau Sapudi Kab. Sumenep? Apa saja upaya yang dilakukan oleh Penyidik dalam mencegah (langkah Preventif) kasus pembunuhan yang serupa tidak terjadi lagi di Pulau Sapudi Kab. Sumenep? Faktor-faktor apa saja yang menghambat Penyidik mengungkap kasus pembunuhan dengan dalih isu dukun santet di Pulau Sapudi Kab. Sumenep? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Sedangkan, data yang digunakan adalah pertama, data primer yaitu data yang berhasil dikumpulkan dari hasil wawancara dan dokumentasi di lapangan. Kedua, data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara studi kepustakaan. Selanjutnya data primer dan data sekunder tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian yang berhasil diperoleh oleh penulis adalah pertama, motif yang melatar belakangi pembunuh bayaran mau melakukan aksi pembunuhan kepada seseorang yang diduga sebagai dukun santet adalah karena hanya demi ketentraman masyarakat setempat dan sebagian karena ingin mendapat sejumlah imbalan (uang). Kedua, pihak Polres Sumenep dalam upaya pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, yaitu dilakukan dengan cara melakukan operasi gabungan, yaitu pihak Polres Sumenep melakukan koordinasi dengan pihak Polsek yang ada di Pulau Sapudi yaitu Polsek Nong-gunong dan Polsek Gayam. Dalam operasi terpadu atau operasai gabungan ini pihak Polres Sumenep menerjunkan satu (1) pleton personelnya, yaitu berkisar antara kira-kira tiga puluh (30) personel. Selain dengan cara tersebut pihak Penyidik Polres Sumenep juga menerapkan beberapa sistem operasi yang digunakan dalam rangka mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dukun santet di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, antara lain; pertama, melakukan sistem operasi terbuka, dalam sistem operasi terbuka ini, pihak Penyidik yang dalam hal ini adalah Polres Sumenep menggunakan baju seragam dinas (Kepolisian), dalam operasi terbuka ini biasanya diterjunkan sekitar 15 personel, sedangkan waktunya dilakukan secara bertahap, kedua, sistem operasi tertutup, dalam sistem operasi tertutup ini, pihak Penyidik menggunakan baju preman (pakai sarung, seolah-olah orang gila, baju sobek-sobek, yang mana pada intinya menyesuaikan atau beradaptasi seolah-olah masyarakat setempat. Sedangkan, waktu pelaksanaan sistem operasi tertutup ini dilakukan secara terus-menerus setiap hari. Ketiga, Polres Sumenep dalam upaya mencegah supaya kasus yang serupa tidak terjadi lagi khususnya di Pulau Sapudi, pihak Polres Sumenep telah melakukan beberapa langkah yaitu langkah pertama, memberikan penyuluhan hukum atau pembinaan hukum yang pada intinya penyuluhan atau pembinaan hukum tersebut mensosialisasikan bentuk-bentuk tindak pidana kepada masyarakat beserta sanksinya yang terdapat dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Langkah kedua, yaitu mengadakan pendekatan kepada masyarakat khususnya masyarakat Pulau Sapudi, dan lebih khusus lagi pihak-pihak yang dianggap oleh masyarakat Pulau Sapudi sebagai panutan mereka, misalnya seperti Kyai, Kepala Desa (Lurah), dan beberapa tokoh-tokoh masyarakat baik yang jahat maupun yang baik. Keempat, Adapun faktor penghambat yang dialami oleh Penyidik Polres Sumenep dalam hal untuk mengungkap kasus pembunuhan dukun santet yang dilakukan oleh pembunuh bayaran di Pulau Sapudi ini antara lain ; faktor pertama, masyarakat kurang bekerjasama dengan pihak Penyidik dari Polres Sumenep, faktor kedua, Penyidik Polres Sumenep sulit untuk menemukan barang bukti, faktor ketiga, letak geografis Pulau Sapudi yang berjauhan dengan wilayah Kabupaten Sumenep, faktor keempat, sulitnya transportasi menuju Pulau Sapudi, faktor kelima, pelaku cukup banyak dan sering berganti-ganti, Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran kepada pihak Polres Sumenep sebagai Penyidik dalam pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep supaya lebih banyak langkah preventif atau pencegahan kejahatan daripada langkah represif atau langkah menanggulangi kejahatan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jul 2012 02:50
Last Modified: 26 Jul 2012 02:50
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13306

Actions (login required)

View Item View Item