PENGARUH SELEKSI BOBOT BADAN TERHADAP UMUR PUNCAK PRODUKSI AYAM PETELUR

RAHMAWATI, TIWUK (2006) PENGARUH SELEKSI BOBOT BADAN TERHADAP UMUR PUNCAK PRODUKSI AYAM PETELUR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_SELEKSI_BOBOT_BADAN_TERHADAPUMUR_PUNCAK_PRODUKSI_AYAM_PETELUR.pdf

Download (79kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli sampai dengan 25 Agustus 2005 yang dilaksanakan di dua peternakan yang manajemen pemeliharaannya berbeda yaitu peternakan yang melakukan seleksi bobot badan pada umur delapan dan enembelas minggu yang dimiliki oleh bapak Romlan dan peternakan yang tidak melakukan seleksi bobot badan yang dimiliki drh. Agus Sugito. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keseragaman bobot badan ayam petelur yang dilakukan seleksi bobot badan dengan ayam petelur yang tidak diseleksi bobot badan, untuk mengetahui perbedaan umur puncak produksi dan perbedaan puncak produksi dari peternakan yang tidak melakukan seleksi bobot badan. Materi yang digunakan yaitu ayam petelur strain ISA yang sudah berproduksi dan sudah mencapai puncak produksi dari ayam petelur yang dilakukan seleksi bobot badan pada umur delapan minggu dan pada umur enambelas minggu dengan ayam petelur yang tidak dilakukan seleksi. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode survei dan data yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan uji “t”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternak yang dilakukan seleksi bobot badannya lebih seragam. Hal ini terlihat bahwa ternak yang dilakukan seleksi bopbot badannya seragam yaitu berkisar antara 721 gram sampai dengan 827 gram. Umur puncak produksi lebih cepat dicapai pada ayam petelur yang dilakukan seleksi yaitu pada umur 23 sampai 24 minggu dan puncak produksi dapat dicapai dengan maksimal pada ayam yang dilakukan seleksi yaitu mencapai rata-rata HDP diatas 90 persen. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa ayam petelur yang dilakukan seleksi bobot badab pada umur delapan dan enambelas minggu lebih seragam, umur puncak produksi lebih cepat dicapai dan puncak produksi yang dihasilkan dapat tercapai dengan maksimal. Disarankan kepada peternak untuk melakukan seleksi bobot badan pada umur delapan dan enam belas minggu dengan melakukan penimbangan secara total sehingga diketahui ayam-ayam yang bobot badan standar dan tidak standar. Dengan demikian diperoleh ayam-ayam yang bobot badannya seragam sehingga dapat bertelur dengan serempak dan cepat mencapai puncak produksi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Animal Scince
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jul 2012 02:34
Last Modified: 26 Jul 2012 02:34
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13287

Actions (login required)

View Item View Item