PEMANFAATAN LIMBAH AIR REBUSAN KEDELAI UNTUK PEMBUATAN NATA DE SOYA (Kajian Penambahan Sukrosa dan Ekstrak Kecambah)

Riyanto, Agus (2006) PEMANFAATAN LIMBAH AIR REBUSAN KEDELAI UNTUK PEMBUATAN NATA DE SOYA (Kajian Penambahan Sukrosa dan Ekstrak Kecambah). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMANFAATAN_LIMBAH_AIR_REBUSAN_KEDELAI_UNTUK_PEMBUATAN_NATA_DE_SOYA.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Limbah yang masih dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang berdaya jual dapat meningkatkan nilai ekonomi, serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Limbah yang digunakan pada penelitian ini berupa limbah cair yaitu air rebusan kedelai paling akhir, air rebusan kedelai ini ternyata memiliki kandungan protein sebesar 5,29 %, lemak 0,54 %, air 72,08 % dan abu 3,38 % dan limbah ini diolah dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum yang hasilnya berupa nata. Misalkan pabrik tempe, banyak limbah yang dihasilkan yaitu berupa limbah padat dan limbah cair berupa air bekas pencucian, perendaman dan perebusan kedelai. Selama ini kegiatan penanganan limbah cair dari kegiatan pencucian, perebusan dan perendaman kedelai dapat dimanfaatkan sebagai minuman ternak dan pupuk cair untuk tanaman (Suprapti, 2003). Tujuan dari penelitian ini ingin megetahui apakah limbah air rebusan kedelai dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan nata de soya, dengan kajian penambahan sukrosa sebagai sumber karbon dan ekstrak kecambah sebagai sumber nitrogen. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama konsentrasi sukrosa terdiri dari 3 taraf (12,5 g, 25 g, 37,5 g dalam satu liter bahan) dan faktor kedua ektrak kecambah terdiri dari 4 taraf (0 ml, 0,5 ml, 1,5 ml, 2,5 ml dalam satu liter bahan) masing-masing diulang sebanyak 2 kali dan datanya dianalisis dengan analisis ragam (Anova Dua Jalur) dengan uji lanjut yaitu uji Duncans. Bahan yang digunakan untuk pembuatan nata yaitu air rebusan kedelai yang diperoleh dari limbah perusahaan kripik tempe ABADI Malang, adapun parameter pengamatan meliputi kadar serat kasar, kadar air, kadar protein, nilai pH, ketebalan nata, kadar rendemen, tektur nata dan uji organoleptik meliputi (warna, aroma, rasa) Hasil penelitian menunjukan terjadinya interaksi antara kombinasi penambahan sukrosa dan ektrak kecambah terhadap kandungan protein, nilai derajat keasaman, kadar serat kasar, kadar air, ketebalan nata, tekstur nata, rendemen nata, warna nata, aroma nata dan rasa nata de soya. Kombinasi terbaik diperoleh dari kombinasi S3K3, yaitu sukrosa 37,5 ml dan ekstrak kecambah 2,5 ml dalam 1 liter bahan, yang menghasilkan nata de soya, dengan kandungan serat kasar 1,52%, kadar air 98,16%, kadar protein 0,014%, nilai pH 6,85, ketebalan nata 0,85 cm, tekstur nata 17,86 mm/g/dt, rendemen 116,61%, skor warna yaitu 3,50, namun penambahan sukrosa dan ekstrak kecambah ternyata tidak mempengaruhi rasa dan aroma, artinya rasa dan aromanya tidak berbeda.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agrotechnology
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 25 Jul 2012 07:14
Last Modified: 25 Jul 2012 07:14
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13273

Actions (login required)

View Item View Item