PEMANFAATAN BAHAN-BAHAN ALAMI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN

RAHMAN, SETIA (2006) PEMANFAATAN BAHAN-BAHAN ALAMI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMANFAATAN_BAHAN.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Studi literatur ini didapatkan berdasarkan pada hasil-hasil penelitian terdahulu. Tujuan penulisan studi literatur ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai alternatif untuk pengembangan budidaya perikanan dan bahan-bahan alami apa saja yang efektif digunakan dalam pengembangan budidaya perikanan. Metode penulisan dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi yaitu dengan cara pengumpulan data sekunder yang didapat dari hasil penelitian, jurnal dan skripsi. Berdasarkan hasil kajian studi literatur dari penelitian-penelitian terdahulu didapatkan hasil bahwa bahan-bahan alami seperti Exaton-F, beluntas, bawang putih, propolis, daun pepaya, daun sirih, sambiloto, kunyit, jeruk lemon dan minyak cengkeh memberikan efek yang positif terhadap penanggulangan penyakit maupun peningkatan produktifitas untuk pengembangan budidaya perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Exaton-F dapat meningkatkan pertumbuhan dan FCR (Feed Convertion Ratio) dengan dosis 10 ml/kg pakan. Perasan Daun Beluntas (Pluchea indica Less) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi diatas 57,48%. Filtrat crude allisin bawang putih (Allium sativum L.) mampu meningkatkan kelulushidupan ikan nila yang terinfeksi Aeromonas hydrophila dengan lama perendaman 30 menit. Ekstrak air propolis (Apis mellifera L.) lebah madu pada konsentrasi 5% hingga 25% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi. Ekstrak daun pepaya (Carica papaya Linn) dengan lama perendaman 50 menit dapat menurunkan prevalensi ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophial dan mampu meningkatkan kelulushidupannya dengan lama perendaman 30 menit. Filtrat crude daun sirih (Piper betle) mampu menurunkan prevalensi ikan gurami yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dengan lama perendaman 50 menit. Seduhan sambiloto mampu melindungi ikan air tawar dari serangan bakteri yang mematikan. Ekstrak kunyit (Curcuma doemstica Linn) dengan dosis 0,6 g/l dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila yang menginfeksi ikan nila merah. Ekstrak kulit jeruk lemon (Citrus limonum) pada konsentrasi 16 ppm sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harvey dan pemberian minyak cengkeh (Eugenia aromaticum) dengan dosis 6,39% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Fishery
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 25 Jul 2012 06:23
Last Modified: 25 Jul 2012 06:23
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13234

Actions (login required)

View Item View Item