PENJADWALAN JOB SHOP DENGAN METODE HEURISTIC PRIORITY DISPATCHING RULE SHORTED PROCESSING TIME (Studi Kasus Pabrik Keramik Dinoyo Malang)

PUJI PRASETYO, DIDIT (2006) PENJADWALAN JOB SHOP DENGAN METODE HEURISTIC PRIORITY DISPATCHING RULE SHORTED PROCESSING TIME (Studi Kasus Pabrik Keramik Dinoyo Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENJADWALAN_JOB_SHOP_DENGAN_METODE_HEURISTIC_PRIORITY_DISPATCHING_RULE_SHORTED_PROCESSING_TIME.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Pabrik Keramik Dinoyo Malang adalah sebuah pabrik yang memproduksi berbagai macam keramik dengan berproduksi berdasarkan pesanan (job order). Saat ini pabrik sedang menghadapi masalah dalam hal penjadwalan job. Dalam penjadwalan job sering terjadi penyelesaian waktu pengerjaan job diluar batas maksimal (due date). Sehingga dapat menyebabkan adanya biaya-biaya tambahan karena disebabkan keterlambatan produksi dan menyebabkan biaya produksi tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk meminimumkan makespan, rata-rata keterlambatan (mean tardines) dan biaya produksi dengan menggunakan metode Heuristic Priority Dispatching Rule Shortest Processing Time, SPT. Dengan metode ini diharapkan diperoleh penjadwalan job yang tepat sehingga pabrik dapat menekan biaya-biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan oleh pabrik. Dari penerapan metode Heuristic Priority Dispatching Rule Shortest Processing Time, SPT, secara analisis diperoleh penjadwalan job yang lebih baik dari metode yang saat ini diterapkan oleh perusahaan dimana pada bulan September 2005 untuk perhitungan makespan pada metode yang saat ini diterapakan oleh perusahaan sebesar 74,10029 jam, rata-rata waktu arus sebesar 49,0502975 jam, rata-rata keterlambatn sebesar 0, total idle time sebesar 359,29721 jam dan total biaya produksi sebesar Rp. 16.041.763,63. Sedangkan dengan menggunakan metode Heuristic Priority Dispatching Rule Shortest Processing Time, SPT diperoleh perhitungan makespan sebesar 64,51767 jam, rata-rata waktu arus sebesar 36,8198 jam, rata-rata keterlambatan sebesar 0, total idle time sebesar 238,17868 jam dan total biaya produksi sebesar Rp. 13.967.263,56. sehingga diperoleh penghematan pad makespan sebesar 9,58262 jam, rata-rata waktu arus sebesar 12,2305 jam, total idle time sebesar 121,11853 jam dan total biaya produksi sebesar Rp. 2.074.500,075. Untuk Bulan Oktober 2005 diperoleh penghematan pada makespan sebesar 7,54087 jam, rata-rata waktu arus sebesar 9,21053 jam total idle time sebesar 60,94658 jam dan total biaya produksi sebesar Rp. 1.632.536,378.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 25 Jul 2012 05:25
Last Modified: 25 Jul 2012 05:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13205

Actions (login required)

View Item View Item