ANALISA USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA OTAK – OTAK BANDENG (Studi Kasus di Desa Kroman Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik)

Rosyidi, M. Arif (2006) ANALISA USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA OTAK – OTAK BANDENG (Studi Kasus di Desa Kroman Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_USAHA_INDUSTRI__RUMAH_TANGGAOTAK.pdf

Download (105kB) | Preview

Abstract

Bandeng merupakan komoditas andalan dari sub sektor perikanan. Besarnya produksi bandeng terutama di kota Gresik menginspirasi masyarakat Gresik untuk mengolah bandeng dalam bentuk lain (diversifikasi), seperti otak – otak bandeng untuk meningkatkan pendapatan mereka. Namun seiring dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang kurang stabil, para pengusaha diharapkan mampu melakukan perencanaan dengan benar, baik dari segi produksi maupun dari segi pemasaran agar biaya yang telah dikeluarkan tidak melebihi penerimaan yang diperoleh dengan kata lain industri tersebut mengalami kerugian akibat naiknya harga – harga bahan baku. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah: 1). Berapa besar biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari industri rumah tangga otak – otak bandeng, 2). Bagaimana efisiensi ekonomi dari industri rumah tangga otak – otak bandeng, 3). Kapankah Industri rumah tangga otak – otak bandeng berada pada posisi Break Even Point, 4). Bagaimana distribusi pemasaran dari industri rumah tangga otak – otak bandeng. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari indutri rumah tanggaotak – otak bandeng, 2). Untuk mengetahui efisiensi dari industri rumah tangga otak – otak bandeng, 3). Untuk mengetahui Break Even Point dari otak - otak bandeng, 4). Untuk mengetahui distribusi pemasaran dari otak - otak bandeng. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja yaitu di desa Kroman Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang pertama kali membuat otak – otak bandeng di kota Gresik dan sebagian besar dari masyarakat dari dalam maupun luar kota Gresik mengkonsumsi otak – otak bandeng dari daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling dengan cara mengambil 3 (tiga) pengusaha dari 4 (empat) pengusaha yang ada di daerah tersebut, dengan pertimbangan ketiga pengusaha tersebut masih beroperasi hingga sekarang dan berproduksi setiap harinya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku – buku pustaka, internet, dan instansi – instansi terkait sebagai data penunjang. Analisis yang digunakan untuk menganalisa data adalah analisis finansial dan analisis deskriptif. Analisis finansial digunakan untuk menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta nilai dari Break Even Point (BEP), sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui distribusi pemasaran yang dilakukan oleh para pengusaha otak – otak bandeng. Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap industri rumah tangga milik Ibu Ma’sumah, Bapak Muri dan Ibu Saroh, dapat disimpulkan bahwa rata – rata dari total biaya yang dikeluarkan oleh industri rumah tangga milik Ibu Ma’sumah, Bapak Muri, dan Ibu saroh adalah sebesar Rp 905.522,71 /proses produksi yang terdiri dari total biaya tetap rata – rata sebesar Rp. Rp 4.483,71 /proses produksi dan total biaya variabel rata – rata sebesar Rp 901.039,00 /proses produksi. Penerimaan rata – rata dari industri rumah tangga milik Ibu Ma’sumah, Bapak Muri dan Ibu Saroh adalah sebesar Rp 1.292.958,33 /proses produksi dan keuntungan rata – rata yang diperoleh sebesar Rp 387.435 /proses produksi. Nilai R/C ratio rata – rata untuk usaha otak – otak bandeng tersebut adalah sebesar 1,27sehingga dikatakan efisien karena nilainya lebih dari 1. Adapun BEPq rata – rata otak – otak bandeng milik Ibu Ma’sumah, Bapak Muri, dan Ibu Saroh sebanyak 46,86 kotak dari hasil produksi rata – rata 66,33 kotak sedangkan BEPprice rata – rata diperoleh sebesar Rp 14.703,35 /kotak dari harga produksi rata – rata yang sebenarnya Rp. 18.333,33 /kotak, sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp 3.629,98 /kotak. Distribusi pemasaran yang dilakukan oleh Ibu Ma’sumah, Bapak Muri, dan Ibu Saroh untuk memasarkan otak – otak bandeng hasil produksinya adalah melalui toko – toko atau langsung ke konsumen sehingga keuntungan yang diperoleh pun relatif banyak. Pendeknya distribusi pemasaran yang dilakukan dikarenakan sifat dari produk otak – otak bandeng itu sendiri yang kurang tahan lama, sekitar 2 hari.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 25 Jul 2012 04:12
Last Modified: 25 Jul 2012 04:12
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13182

Actions (login required)

View Item View Item