ANALISIS KANDUNGAN ZAT ADDITIVE (PENGAWET, PEWARNA, DAN PEMANIS) PADA GETUK PISANG YANG DIJUAL DI PASAR INDUK KOTA KEDIRI

QUDROTILLAH, BEBI (2006) ANALISIS KANDUNGAN ZAT ADDITIVE (PENGAWET, PEWARNA, DAN PEMANIS) PADA GETUK PISANG YANG DIJUAL DI PASAR INDUK KOTA KEDIRI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KANDUNGAN_ZAT_ADDITIVE.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Getuk pisang merupakan makanan khas dari kota Kediri yang terbuat dari bahan dasar tepung beras, gula pasir dan buah pisang yang berbentuk seperti lontong. Selain bahan dasar tersebut, pembuatan getuk pisang seringkali pada pengolahannya ditambah dengan zat-zat additive yang berupa pengawet, pewarna dan pemanis buatan. Zat additive tersebut berfungsi untuk memperpanjang daya simpan, memperbaiki warna, dan menambah rasa manis tanpa harus mengeluarkan biaya produksi yang cukup mahal. Tetapi penggunaan zat additive selalu berada dalam kekawatiran bahwa setiap saat bahan ini bisa dinyatakan tidak layak untuk dipakai sebagai bahan tambahan makanan. Zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan dapat menjadi promotor untuk menumbuhkan tumor atau kanker dan zat tersebut dapat digolongkan sebagai karsinogenik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan kadar pengawet, pewarna, dan pemanis pada berbagai merk getuk pisang yang dijual di pasar induk kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, bahan yang digunakan sebagai obyek penelitian adalah getuk pisang dengan merk (Madu manis, Safari, dan Pattimura) yang dibeli dari pedagang. Dalam penentuan analisis kandungan Na Benzoat menggunakan metode titrasi, penentuan kandungan pewarna menggunakan metode kromatografi kertas, sedangkan untuk penentuan kandungan sakarin dan siklamat peneliti menggunakan metode titrasi dan spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari ketiga merk getuk pisang yang dianalisis mempunyai kadar Na benzoat yang berbeda beda, kadar benzoate tertinggi terdapat dalam getuk pisang merk Pattimura sebesar 1,137 mg/kg. Dalam analisis kandungan pewarna ditemukan adanya pewarna jenis Charmoisin dengan kadar yang berbeda-beda, kadar Charmoisin tertinggi terdapat dalam getuk pisang merk Safari sebesar 147,0929 ppm. Sedangkan pada analisis kandungan Siklamat, kadar tertinggi terdapat dalam getuk pisang merk Madu manis sebesar 345,90 mg/kg, semua masih dalam penggunaan yang diperbolehkan oleh PERMENKES RI.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 25 Jul 2012 03:44
Last Modified: 25 Jul 2012 03:44
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13149

Actions (login required)

View Item View Item