PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA BANK YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA

PRAPANCA, DETAK (2006) PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA BANK YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PROFITABILITAS_TERHADAP_RETURN_SAHAM_PADA_BANK_YANG_GO_PUBLIK_DI_BURSA_EFEK_JAKARTA.pdf

Download (6kB) | Preview

Abstract

Pada Era globalisasi saat ini memiliki dampak bagi perkembangan ekonomi dunia. Berbagai perusahaan dengan giat melakukan ekspansi dengan memperluas usahanya memasuki lingkup ekonomi global sejalan dengan perkembangan ekonomi dunia yang semakin meningkat. Upaya ekspansi perusahaan ini antara lain dilakukan dengan kegiatan penanaman modal. Besar dan berkembangnya kebutuhan modal usaha perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya: perkembangan ekonomi sosial masyarakat, persaingan antar perusahan, perkembangan teknik dan sistem ekspansi perusahaan baik eksternal maupun intetrnal. Pertumbuhan eksternal apabila perusahaan menggunakan sumber pembiayaan baru dari luar seperti mnerbitkan saham baru untuk mmenuhi kebutuhan jangka panjang atau untuk mendanai suatu proyek baru. Pertumbuhan secara internal yaitu dengan menahan sebagian atau semua keuntungan perusahaan yang nantinya akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang melalui peningkatan laba dan dividen dimasa depan. Para pemegang saham dan calon investor sangat mmperhatikan profitabilitas suatu perusahaan karena akan berkaitan dengan harga saham serta deviden yang akan diterima. Dalam melaksanakan analisis profitabilitas, dilaksanakan terhadap rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan-keputusan. Pada pnelitian ini dilaksanakan pada bank yang go publik dan tercatat di BEJ (Bursa Efek Jakarta) selama periode 2002-2004 didasarkan atas Arsitektur Perbankan Indonesia dengan melihat seberapa besar pengaruh profitabilitas (ROA, ROE dan BOPO) terhadap Return Saham. Nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan aset yang dananya sebagian berasal dari dana simpanan masyarakat pada 17 bank yang go publik di BEJ diketahui bahwa selama tahun pengamatan (2002-2004), bank-bank go publik yang terdaftar di BEJ rata-rata mengalami kenaikan dalam perolehan laba yang diukur dengan nilai ROA. Nilai rata-rata ROA pada tahun 2002 sebesar 1.03 %, untuk tahun 2003 sebesar 1.31 % sedangkan nilai rata-rata tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 2.83 %. Hal ini menunjukkan bahwa dari 17 bak yang go publik mengalami kenaikan dalam perolehan laba. Nilai rata-rata ROE pada 17 bank yang go publik mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002 rata-rata ROE sebesar 9.02 tahun, tahun 2003 sebesar 14.78 dan tahun 2004 sebesar 25.85. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan laba bersih pada bank-bank yang go publik tersebut shingga akan menyebabkan kenaikan harga saham. Nilai rata-rata BOPO pada tahun 2002 sebesar 118.09 lebih besar dari standar BI sebesar 92 %. Sedangkan pada tahun 2003 dan 2004 nilai rata-rata BOPO sebeasr 86.42 dan 76.45. hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2003 dan 2004 nilai rata-rata BOPO mengalami peningkatan dalam perolehan pendapatan opeerasional. Berdasarkan hasil regresi linier berganda, diperoleh beberapa informasi mengenai hasil analisis. Interprestasi penting dari masing-masing_model adalah tanda pada koefisien regresi, yang mencerminkan hubungan antara variabel bebas (tolak ukur profitabilitas) dengan variabel terikat (return). Hasil model regresi adalah sebagai berikut : Y = 0.034 + 0.002 X1 + 0.001 X2 0.0004 X3 + 0.996 X4 Dari hasil model regresi diatas dapat diketahui bahwa : 1. Koefiseien regresi variabel ROA memiliki pengaruh positif terhadap return saham. Jadi apabila ROA naik maka nilai return saham akan naik. Sebaliknya, apabila ROA turun maka nilai return saham akan turun. 2. Koefiseien regresi variabel ROE memiliki pengaruh positif terhadap return saham. Jadi apabila ROE naik maka nilai return Saham akan naik. Sebaliknya, apabila ROE turun maka nilai return saham akan turun. 3. Koefiseien regresi variabel BOPO memiliki pengaruh negatif terhadap return saham. Jadi apabila BOPO naik maka nilai return saham akan turun. Sebaliknya, apabila BOPO turun maka nilai return saham akan naik. 4. Koefiseien regresi variabel Inflasi memiliki pengaruh positif terhadap return saham. Jadi apabila Inflasi naik maka nilai return saham akan naik. Sebaliknya, apabila Inflasi turun maka nilai return saham akan turun. Dari hasil perhitungan uji statistik dengan menggunakan uji t, menunjukkan bahwa nilai t hitung < t tabel sehingga Ho diterima dan Hi ditolak, berarti pengaruh variabel bebas (ROA, ROE dan BOPO) secara parsial terhadap variabel terikat (Return Saham) adalah tidak signifikan. Sedangkan, pengaruh variabel bebas (Inflasi) secara parsial terhadap variabel retuen saham adalah signifikan. Berdasarkan uji statistik tersebut, diketahui bahwa ketiga tolak ukur profitabilitas (ROA, ROE dan BOPO) menunjukkan mempunyai kontribusi yang rendah terhadap return saham. Kontribusi ROA, ROE, BOPO dan Inflasi dalam menjelaskan return saham termasuk sangat tinggi yaitu 0.99 seperti terlihat dari R2. Ini berarti bahwa terdapat 99 % faktor-faktor yang menjelaskan return saham. Hal ini menunjukkan bahwa tolak ukur kinerja (profitabilitas) bukanlah faktor utama yang menentukan harga saham. Harga saham suatu perusahaan di Bursa Efek Jakarta mencerminkan harapan atau ekspektasi pasar terhadap saham perusahaan yang bersangkutan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 25 Jul 2012 03:15
Last Modified: 25 Jul 2012 03:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13108

Actions (login required)

View Item View Item