ANALISIS UNIT COST SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF LAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS (Studi Kasus pada Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso Sulawesi Tengah)

Munir, Jamila (2006) ANALISIS UNIT COST SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF LAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS (Studi Kasus pada Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso Sulawesi Tengah). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_UNIT_COST_SEBAGAI_DASAR_PENENTUAN_TARIF_LAYANANKESEHATAN_PADA_PUSKESMAS.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini adalah studi kasus pada puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dengan judul Analisis unit cost sebagai dasar penentuan tarif layanan kesehatan pada puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menghitung besarnya biaya-biaya yang terjadi dalam setiap unit layanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas, agar dapat mengetahui apakah hasil perhitungan unit cost tersebut proporsional dengan pemasukan yang diperoleh dari masyarakat dan pemerintah. Alat analisis yang digunakan untuk menghitung unit cost dalam menentukan tarif layanan kesehatan pada puskesmas adalah dengan melakukan beberapa tahapan biaya yaitu menentukan satuan waktu dan batasan unit, mengidentifikasi pusat-pusat biaya, mengidentifikasi seluruh komponen biaya yang ada atau terdapat pada objek penelitian, meletakkan biaya pada tempat yang sebenarnya dalam hal ini dibagi menjadi dua bagian utama yaitu unit penunjang dan unit layanan, melakukan distribusi biaya dengan metode Double Distribution, merakapitulasi hasil distribusi pada unit layanan, menginventarisasi seluruh jenis output yang dihasilkan oleh puskesmas sesuai dengan unit layanan beserta output yang telah dihasilkan, menghitung biaya satuan untuk setiap output yang dihasilkan dan analisis proporsi presentase biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan biaya satuan, dapat diketahui bahwa subsidi yang diberikan pemerintah sangat besar. Biaya yang harus ditanggung per pasien dari setiap unit layanan yang diberikan tanpa adanya subsidi dari pemerintah yaitu Balai pengobatan Rp. 49.844, Kesehatan ibu dan anak Rp. 47.427, Gigi Rp. 46.884 dan Puskesmas keliling Rp. 74.969. Kemampuan puskesmas Kayamanya untuk mendanai kegiatan operasionalnya sendiri sangat sulit dimana pendapatan yang diterima puskesmas sangat kecil yaitu 9,6% dari total biaya yang dikeluarkan. Jadi besarnya subsidi pemerintah setiap tahunnya untuk menutupi biaya yang dikeluarkan oleh puskesmas sebesar 90,4 % dari total biaya yang dikeluarkan. Pada dasarnya apabila puskesmas berdiri sendiri sangat sulit, karena jika subsidi dicabut berarti yang harus membayar semua biaya yang terjadi adalah pasien, sementara puskesmas didirikan untuk membantu masyarakat menengah kebawah sehingga puskesmas sulit untuk berdiri sendiri tanpa dana subsidi dari pemerintah karena akan menyusahkan masyarakat saja.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 25 Jul 2012 03:05
Last Modified: 25 Jul 2012 03:05
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13103

Actions (login required)

View Item View Item