ALOKASI WAKTU DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA PEMETIK TEH TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Studi kasus Desa Kertowono Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang)

SANTOSO, GATOT (2006) ALOKASI WAKTU DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA PEMETIK TEH TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (Studi kasus Desa Kertowono Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ALOKASI_WAKTU_DAN_KONTRIBUSI_PENDAPATAN_TENAGA_KERJA_WANITA_PEMETIK_TEH_TERHADAP_PENDAPATAN_KELUARGA.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Wanita bekerja akan menambah penghasilan keluarga, karena peranan wanita bagi keluarga sangat penting, sebagai ibu rumah tangga yang miskin dan pencari nafkah. Salah satu proporsi rumah tangga yang miskin yang berpendidikan tidak tamat SD jauh lebih besar dibandingkan dengan proporsi rumah tangga yang miskin. Di daerah pedesaan GET semacam itu cukup nyata. Bagaimana mereka mengalokasi waktunya agar tetap seimbang dan hasil yang mencapai optimal. Banyak kegiatan mencari nafkah di pedesaan dilakukan oleh wanita melalui tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Dalam hal ini digambarkan peranan ganda di satu pihak sebagai ibu rumah tangga dan dilain pihak sebagai pencari nafkah. Untuk menggambarkan angkatan pekerja pedesaan dari pria maupun wanita dalam melakukan bervariasi tidak hanya ditinjau dari salah satu sektor saja perlu dibedakan waktu yang dicurahkan untuk melakukan produktif baik pekerjaan rumah tangga, sebab tidak jarang pria dan wanita melakukan bermacam macam kegiatan di berbagai sektor. Adapun masalah-masalah yang timbul dalam masalah ini adalah sebagi berikut : 1. Bagaimana mengalokasikan waktu wanita tenaga kerja buruh pemetik the 2. Bagiamana pengambilan keputusan keluarga. 3. Bagaimana kontribusi wanita tenaga kerja buruh pemetik teh terhadap pendapatan keluarga Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui alasan wanita bekerja sebagai tenaga kerja buruh pemetik teh. 2. Untuk mengetahui alokasi waktu wanita tenaga kerja buruh pemetik teh. 3. Untuk mengetahui kontribusi wanita tenaga kerja buruh pemetik teh Sampel diambil sebanyak 30 responden yang ditentukan secara aksidental. Yang mana dari 30 responden tersebut diambil dari 15 responden dari lokasi I dan yang 15 responden diambil dari lokasi kebun teh II. Untuk menentukan berapa persen yang harus diambil dari populasi yang ada untuk di jadikan contoh tidak ada kententuan mutlak, sedangkan contoh terkecil dari sebuah populasi sebesar 30 responden sudah termasuk atau dianggap memenuhi kriteria. Metode Pengambilan Data Adapun jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut: 1. Data Primer: Data yang diperoleh dengan cara melakukan wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. 2. Data Sekunder: Data yang diperoleh dari daerah atau instansi penelitian terkait, data gografi desa. 11 3. Observasi: Pengamatan langsung di daerah penelitian untuk mendapatkan gambaran obyek akan di teliti. Metode Analisis Data Analisis data dimulai dengan melakukan editing terlebih dahulu. Editing dimaksud untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi selama pengumpulan data (wawancara dengan responden). Setelah itu data dipindahkan dalam tabel (tabulasi) dan disusun sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan yang terakhir dianalisis. Sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan yang terakhir dianalisis. Untuk mengetahui alokasi waktu kerja dan kontribusi pendapatan wanita buruh pemetik, pada suatu trata dilakukan dengan mengunakan analisa tabel sederhana. Kontribusi pendapatan buruh pemitik teh terhadap keluarga dihitung dengan mengunakan rumus sebagai berikut : Formula kontribusi = Alokasi Waktu Alokasi menunjukan bahwa dari alokasi yang dimiliki oleh buruh pemetik the wanita 45,52% untuk kegiatan memetik teh, 8,10% kegiatan domestik, 0,48% untuk kegiatan non pertanian, 38,52% untuk kegiatan istirahat,7,55% waktu luang.kegiatan memetik teh merupakan kegiatan yang memkan waktu yang tinggi karena kegiatan ini memebutuhkan 2jam untuk berangkat dan 2jam untuk pulang dari lokasi kerjanya. Kontribusi pendapatan buruh pemetik teh wanita terhadap pendapat keluarga. Kontribusi pendapatan buruh pemetik the wanita terhadap pendapatan keluarga yaitu: 44, 56% atau sebesar Rp. 182.000 perbulan. Tingkat pendapatan keluarga rata-rata perbulan adalah Rp. 408.400 dengan perincian sebagai berikut: (1) pendapatan suami sebesar Rp. 199.667, (2) pendapatan istri sebesar Rp. 182.000, (3) pendapatan anak Rp. 2.666.7. kontribusi pandapatan buruh pemetii teh terhadap pendapatan keluarga sangat kecil karena pendapatan tersebut didapat dari berkerja sebagai buruh pemetik teh. Pengambilan keputusan • Keputusan tentang keuangan kelurga 76,6% dinominasi oleh istri • Keputusan tentang kesehatan kelurga 63,3% didomoniasi oleh istri • Keputusan tentang pendidikan anak 50% didominasi oleh suami dan istri

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 25 Jul 2012 02:29
Last Modified: 25 Jul 2012 02:29
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/13061

Actions (login required)

View Item View Item