ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Banjarmasin)

Nursuciani, Nursuciani (2006) ANALISIS LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Banjarmasin). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_LAPORAN_POSISI_KEUANGAN_UNTUK_MENGUKURKINERJA_KEUANGAN_PEMERINTAH_DAERAH.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap Pemerintah Kota Banjarmasin dengan judul “Analisis Laporan Posisi Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Banjarmasin)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian format dan isi laporan posisi keuangan pemerintah daerah kota Banjarmasin menurut PP. No. 24 Tahun 2005 dan untuk mengukur perkembangan kinerja keuangan pemerintah kota Banjarmasin atas dasar laporan posisi keuangan. . Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan Pemerintah Kota Banjarmasin adalah dengan time series analisis, yaitu mengevaluasi unsur-unsur laporan keuangan neraca dan laporan arus kas pemerintah selama bebepara beriode (2002 – 2004), dengan cara: analisis common size laporan posisi keuangan dan analisis rasio kinerja keuangan. Dalam analisis common size, komponen-komponen dalam laporan posisi keuangan dinyatakan dengan persentase yang merupakan kontribusi dari total aset. Besarnya kontribusi pada tahun yang dievaluasikan, kemudian dibandingkan dengan kontribusi tahun sebelumnya. Sedangkan analisis rasio kinerja keuangan yang diukur adalah rasio likuiditas dan rasio leverage. Secara umum format dan isi laporam posisi keuangan kota Banjarmasin telah sesuai dengan PP No. 24 tahun 2005. Hasil dari analisis common size memperlihatkan bahwa pada tahun 2002, 2003, dan 2004 yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total kas adalah asset tetap. Asset yang mengalami kecenderungan naik adalah persediaan dan kas. Sedangkan hasil dari analisis rasio kinerja keuangan memperlihatkan bahwa: (1) rasio lancar kurang baik karena jumlahnya kurang dari 200%, (2) quick ratio mengalami kenaikan dari tahun ketahun, (3) cash rasio mengalami kenaikan dari tahun ketahun, (4) net working capital menunjukkan hasil yang semakin menurun, (5) inventory to current asset menunjukkan hasil yang semakin membaik, (6) debt to total asets ratio menunjukkan hasil yang stabil, (7) debt to equity ratio menunjukkan hasil yang stabil (8) long term to networh ratio menunjukkan hasil yang cendeng menurun (9) long term debt to total asset menunjukkan hasil yang cenderung menurun (10) rasio aktiva berwujud atas utang menunjukan angka yang fluktuatif. Dari hasil analisis common size dan analisis rasio kinerja keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum kinerja keuangan Pemerintah Kota Banjarmasin masih belum bagus. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat memberikan saran bahwa sebaiknya pemerintah kota Banjarmasin melakukan perbaikan dalam manajemen asset dan utang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 24 Jul 2012 05:34
Last Modified: 24 Jul 2012 05:34
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12994

Actions (login required)

View Item View Item