ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK PERMATA Tbk SEBELUM DAN SESUDAH MERGER

SETYORINI, YULI TRI (2006) ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK PERMATA Tbk SEBELUM DAN SESUDAH MERGER. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK PERMATA.pdf

Download (28kB) | Preview

Abstract

Merger merupakan salah satu dari tiga pilihan perlakuan (likuidasi, divestasi dan merger) yang dilakukan pemerintah terhadap bank-bank bermasalah. Pada dasarnya merger akan menciptakan suatu bank dengan ukuran yang lebih besar dan struktur perbankan yang cenderung terkonsentrasi. Penggabungan usaha dilakukan PT. Bank Permata Tbk pada tahun 2002 dengan empat bank BTO (Bank Take Over). Untuk mengetahui manfaat merger dapat melihat perbandingan kinerja keuangan baik sebelum dan sesudah merger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Bank Permata Tbk sebelum dan sesudah pelaksanaan merger. Data-data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dalam bentuk laporan keuangan yang diperoleh langsung di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi tahun 1999-2004. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Berdasarkan pembahasan kinerja berdasarkan Rasio Camel Berdasarkan Standar Predikat Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Skep DIR. BI nomor 30/2/UPPB/1997 Jo SE nomor 30/23/UPPB/1998 untuk rasio CAR sebelum merger dari tahun 1999 – 2001 memiliki nilai kredit 1 dengan predikat kurang sehat, sedangkan setelah dilakukan merger memiliki nilai kredit 100 dengan predikat sehat. untuk rasio KAP 1 sebelum dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 0, 100 dan 72.79 dengan predikat Tidak Sehat, sehat dan cukup sehat. Sedangkan setelah dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 71.17, 82.16 dan 89.26 dengan predikat Cukup Sehat, sehat dan sehat. untuk rasio Rentabilitas ditinjau dari Rasio ROA sebelum dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 0, 0 dan 54.13 dengan predikat Tidak Sehat, tidak sehat dan tidak sehat. Sedangkan setelah dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 0, 100 dan 100 dengan predikat Tidak Sehat, sehat dan sehat. Sedangkan ditinjau dari Rasio OER sebelum dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 100, 100 dan 0 dengan predikat Sehat, sehat dan tidak sehat. Sedangkan setelah dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut 100, 0 dan 0 dengan predikat sehat, tidak sehat dan tidak sehat. untuk rasio LR baik sebelum dilakukan merger maupun setelah dilakukan merger diperoleh nilai kredit berturut turut dengan predikat sehat yaitu sebesar 85.53, 92.80, 96.76, 95.74, 96.74 dan 96.60. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan kepada perusahaan tersebut adalah : hendaknya memberikan pengawasan yang lebih terutama terhadap pemberian kreditdengan meningkatkan pengawasannya sehingga risiko dapat dikurangi, memilih komposisi sumber dana atau modal asing yang akan memberikan biaya yang paling rendah sehingga usaha untuk meningkatkan laba dalam pencapaian profit dapat tercapai dan optimal, menetapkan policy likuiditasnya dengan menciptakan sumber-sumber dana yang baru, baik dari masyarakat maupun dari dunia perbankan dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan sedapat mungkin dengan cara menekan biaya operasi perusahaan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 24 Jul 2012 03:30
Last Modified: 24 Jul 2012 03:30
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12889

Actions (login required)

View Item View Item