“UPAYA POLRI DALAM PEMBERANTASAN PERJUDIAN SETELAH BERLAKUNYA INSTRUKSI KAPOLRI No.TR/27/I/2005” (STUDI DI POLRES PAMEKASAN)

Nofiyanti, Laily (2006) “UPAYA POLRI DALAM PEMBERANTASAN PERJUDIAN SETELAH BERLAKUNYA INSTRUKSI KAPOLRI No.TR/27/I/2005” (STUDI DI POLRES PAMEKASAN). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img] Text
“UPAYA_POLRI_DALAM_PEMBERANTASAN_PERJUDIAN.pdf

Download (180B)

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai Upaya Polri dalam pemberantasan perjudian setelah berlakunya Instruksi Kapolri No. TR/27/I/2005 (studi di Polres Pamekasan). Adapun permasalahan yang diangkat dalam permasalahan itu sendiri adalah Bagaimana upaya Polri dalam memberantas perjudian setelah berlakunya Instruksi Kapolri dan Apakah yang menjadi kendala-kendala yang dihadapi Polres Pamekasan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian serta apa solusinya? Tujuan penelitian ini adalah sebagai pedoman untuk mengetahui Bagaimana upaya Polri dalam memberantas perjudian, dan Apakah yang menjadi kendala-kendala yang dihadapi Polri serta solusinya. Serta untuk menambah khasanah pembendaharaan kepustakaan penulis tentang masalah ini. Metode penulisan yang digunakan dalam kajian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu pembahasan mengenai permasalahan berdasarkan suatu penelitian yang mengkaji masalah Upaya Polri dalam pemberantasan perjudian, dari segi ilmu hukum dengan melihat serta mengkaitkan dengan kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Dari hasil penelitian yang dikaji, menunjukkan bahwa upaya Polri dalam memberantas perjudian setelah berlakunya Instruksi Kapolri No. TR/27/I/2005 dibagi dalam 2 bagian yaitu Upaya Penal(Represif) dan Upaya Non- Penal(Preventif,Represif) telah dapat dilaksanakan, tapi dalam upaya Non-Penal(Represif) masih ada dalam pelaksanaannya yang menyimpang dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dimana dalam kenyataannya upaya Polri dalam pemberantasan perjudian setelah berlakunya Instruksi Kapolri No. TR/27/I/2005 di wilayah hukum Polres Pamekasan belum dapat berjalan secara maksimal, hal ini dikarenakan banyaknya kendala yang harus dihadapi oleh Polres Pamekasan. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberantasan perjudian secara penal adalah Bentuk perjudian masih bersifat parsial, yaitu masih bersifat sembunyi-sembunyi atau tempatnya selalu berpindah-pindah, kurangnya personel, Keterbatasan sarana dan fasilitas. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberantasan perjudian secara Non-Penal yaitu Masyarakat masih kurang sadar dalam hal melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana perjudian, Terbatasnya pembiayaan untuk kepentingan informasi. Solusi yang diambil dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi secara Non-Penal adalah Bekerja sama dalam bentuk pertemuan untuk bersama-sama membantu Anggota Polisi Negara Republik Indonesia dalam mencegah adanya tindak pidana perjudian. Dalam hal masyarakat masih tertutup atau tidak mau melaporkan tindak pidana perjudian yang diketahuinya. Untuk menangani masalah sudah mengakarnya perjudian di masyarakat, maka Polri melakukan penyadaran sedikit demi sedikit kepada masyarakat, bahwa perjudian itu selain dilarang oleh negara juga dilarang oleh agama. Dan juga perjudian itu tidak akan membuat seseorang menjadi kaya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 24 Jul 2012 03:20
Last Modified: 24 Jul 2012 03:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12876

Actions (login required)

View Item View Item