PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK KELUARGA BURUH DI PT. INDONESIA BULK TERMINAL KOTA BARU KALIMANTAN SELATAN

Nahrudin, Nahrudin (2006) PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK KELUARGA BURUH DI PT. INDONESIA BULK TERMINAL KOTA BARU KALIMANTAN SELATAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMENUHAN_KEBUTUHAN_POKOK_KELUARGA_BURUH_DI_PT.pdf

Download (125kB) | Preview

Abstract

Perkembangan dan kemajuan industrialisasi di Indonesia cukup membawa angin segar dalam hal penyerapan tenaga kerja, namun disisi lain angka pemogokan yang dilakukan oleh buruh yang menuntut penghidupan layak untuk keluarganya juga terus terjadi dari tahun ke tahun cukup pariatif. Berkaitan dengan inilah peneliti ingin mengetahui kondisi kesejahteraan buruh yang sesungguhnya. Dengan menggunakan pendekatan pemenuhan kebutuhan hidup, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Adapun obyek yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah buruh yang sudah berkeluarga di PT. Indonesia Bulk Terminal, dengan jumlah 120 buruh yang sudah berkeluarga. Dengan pengambilan sample sebesar 10 % dengan cara random sampling (pemilihan secara acak), maka diperoleh responden sebanyak 12 keluarga buruh. Adapun cara yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesejahteraan keluarga buruh adalah dengan menggambarkan keadaan dan kondisi kehidupan buruh, seperti kebutuhan pangan, kebutuhan papan, kebutuhan sandang, kesehatan, dan pendidikan dalam hal ini pendidikan anak-anak buruh itu sendiri. Hasil penelitian dan temuan dilapangan menunjukkan bahwa seluruh responden sudah mampu memenuhi kebutuhan pangannya dengan baik, yaitu dengan pola makan normal tiga kali sehari, juga didalamnya sudah terdapat gizi yang baik untuk pertumbuhan. Sedangkan kebutuhan sandang juga sudah terpenuhi, walaupun rata-rata buruh tidak setiap bulannya membelinya, namun mereka memiliki pakaian yang cukup. Kebutuhan papan keluarga buruh juga sudah terpenuhi, dalam artian mereka memiliki tempat tinggal, walaupun sebanyak sembilan keluarga buruh masih menempati rumah sewaan, akan tetapi kondisi tempat tinggal mereka layak huni, dan juga dari segi perabot rata-rata keluarga buruh sudah memiliki sepeda motor, TV berwarna, VCD Player, Tape recorder. Masalah kesehatan juga sudah mendapat perhatian yang lebih, hal ini ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas poliklinik dan biaya perawatan yang dijamin oleh perusahaan. Dari segi pendidikan untuk anak-anak buruh, dari hasil penelitian diperoleh data bahwa rata-rata anak keluarga buruh bersekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan dilapangan diatas, maka penulis dapat memberikan saran bahwa pihak Disnaker dan semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini perlu mengadakan evaluasi secara terus menerus akan tingkat pendapatan buruh dan daya belinya, karena mengingat besaran upah minimum sektoral untuk Kalimantan selatan tahun 2005 sangat tidak sesuai dengan harga-harga kebutuhan bahan pokok. Dan juga bagi pihak perusahaan perlu lebih memperhatikan kebutuhan hidup karyawannya, seperti memperhatikan ketersediaan fasilitas rekreasi dan fasilitas perumahan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 24 Jul 2012 02:57
Last Modified: 24 Jul 2012 02:57
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12839

Actions (login required)

View Item View Item