FATWA TENTANG SHALAT WITIR, LETAK HADITS SHALAT MALAM 44 RAKAAT, DAN HUTANG PUASA DIGANTI DENGAN FIDYAH

Majelis Tarjih, PP Muhammadiyah (2006) FATWA TENTANG SHALAT WITIR, LETAK HADITS SHALAT MALAM 44 RAKAAT, DAN HUTANG PUASA DIGANTI DENGAN FIDYAH. FATWA TENTANG SHALAT WITIR, LETAK HADITS SHALAT MALAM 44 RAKAAT, DAN HUTANG PUASA DIGANTI DENGAN FIDYAH (393).

[img] Text
Fatwa_05_2006_Shalat_Witir,_Hadits_Shalat_Malam,_Qadla_Puasa.pdf

Download (1kB)
Official URL: http://repository.umm.ac.id/361/1/Fatwa_05_2006_Sh...

Abstract

At Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan, sedangkan yang lain mengatakan bahwa hadits ini shahih; demikian pula Ibn Hibban mengatakan hadits ini shahih (Asy­Syaukani, Nailul Authar, Juz III, halaman 55). Selanjutnya dijelaskan bahwa, hadits ini menunjukkan tidak dibolehkan membatalkan shalat witir yang telah dilakukan. Artinya setelah shalat witir seseorang boleh melakukan shalat sunat lagi, yakni dengan melakukan shalat sunat dengan bilangan genap (dua raka’at­dua raka’at), hingga datangnya waktu shubuh.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Tarjih Script
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 02:45
Last Modified: 24 Jul 2012 02:45
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12826

Actions (login required)

View Item View Item