PENGARUH JENIS SANITASI AMBING SEBELUM PEMERAHAN TERHADAP LAMA UJI PERUBAHAN WARNA DALAM REDUKTASE SUSU SAPI PFH

Maharlika, Ruri (2006) PENGARUH JENIS SANITASI AMBING SEBELUM PEMERAHAN TERHADAP LAMA UJI PERUBAHAN WARNA DALAM REDUKTASE SUSU SAPI PFH. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_JENIS_SANITASI_AMBING_SEBELUMPEMERAHAN_TERHADAP_LAMA_UJI_PERUBAHAN_WARNADALAM_REDUKTASE_SUSU_SAPI_PFH.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan sejak tanggal 17 Oktober 2005 sampai 17 November 2005. Tempat pelaksanaan penelitian adalah di Dairy Cattle Pamoedji Farm Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Materi berupa Sapi Perah Peranakan Frishian Holstein (PFH) sebanyak 44 ekor. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan menggunakan analisis varians (ANAVA) yang kemudian dilanjutkan dengan Uji BNT. Perlakuan dalam penelitian ini adalah empat macam sanitasi ambing sebelum pemerahan pagi dan sore hari, dengan harapan akan dapat diketahui pengaruh dari tiap jenis sanitasi ambing tersebut terhadap lama uji perubahan warna dalam reduktase susu sapi, serta dapat diketahui pula jenis sanitasi mana yang paling efektif dalam menghambat terjadinya kontaminasi bakteri pada air susu sapi Peranakan Frishian Holstein (PFH). Hasil survey menunjukkan bahwa untuk jenis sanitasi ambing pada pemerahan pagi dan sore hari dengan menggunakan air dingin mampu menghambat terjadinya kontaminasi pada air susu rata-rata selama 4 jam 35-36 menit, dengan air hangat efektivitasnya selama 5 jam 30-44 menit, dengan antiseptik efektivitasnya selama 7 jam 27-28 menit, sedangkan penggunaan alkohol adalah yang paling efektif yaitu selama 8 jam 29-58 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa jenis sanitasi ambing yang dilakukan pada pagi dan sore hari memang memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) terhadap lama uji perubahan warna dalam reduktase susu sapi PFH. Perbedaan yang terjadi terhadap lama uji reduktase pada ke-4 macam jenis sanitasi diduga disebabkan oleh adanya faktor perbedaan kemampuan untuk membunuh mikroorganisme pada masing-masing jenis sanitasi ambing yang diuji. Rata-rata lama terjadinya kontaminasi setelah dilakukan pemerahan pada pagi dan sore hari, yang paling panjang waktunya diperoleh dari perlakuan sanitasi ambing dengan menggunakan alkohol, sedangkan rata-rata lama terjadinya kontaminasi yang paling pendek waktunya diperoleh dari perlakuan sanitasi ambing dengan menggunakan air dingin.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Animal Scince
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 01:59
Last Modified: 24 Jul 2012 01:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12808

Actions (login required)

View Item View Item