ANALISA PROFIL PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA SIMBANG KULON, KECAMATAN BUARAN PEKALONGAN

Madyaningratri, Indah Agustina (2006) ANALISA PROFIL PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA SIMBANG KULON, KECAMATAN BUARAN PEKALONGAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_PROFIL_PENGRAJIN_BATIK_TULISDI_DESA_SIMBANGKULON%2C_KECAMATAN_BUARANPEKALONGAN.pdf

Download (5kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pada home industri pengrajin batik tulis dengan judul : ANALISA PROFIL PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA SIMBANGKULON, KECAMATAN BUARAN PEKALONGAN. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil pengrajin batik tulis ditinjau dari karakteristik sosial ekonomi dimana karakteristik sosial meliputi ; usia atau umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, ketenaga kerjaan, sedangkan karakteristik ekonomi meliputi ; sumber modal dan jumlah output serta pendapatan kotor dan pendapatan bersih (efisiensi usaha) pengrajin batik tulis di Desa Simbangkulon, Kecamatan Buaran Pekalongan. Profil pendapatan bersih didapat dengan cara menggunakan penerimaan total (TR) dengan biaya total (TC) dan mengetahui R/C Rasio. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa profil pengrajin batik tulis berdasarkan umur termasuk dalam golongan kelompok umur tua yaitu 46-55 tahun sebesar 40 %. Ditinjau dari segi pendidikannya tergolong bagus yaitu SMA sebesar 45 %. Dari jumlah tanggungan keluarga tergolong sedang yaitu 3 sampai dengan 4 yaitu 60%. Para pengrajin menggunakan asal tenaga kerja dari anggota keluarga sendiri dan orang lain berjumlah 13 pengrajin yaitu 65%. Jumlah tenaga kerja yang digunakan 5 tenaga kerja berjumlah 10 pengrajin yaitu 50%. Tenaga kerja yang digunakan untuk pemasaran dilakukan sendiri dan orang lain berjumlah 13 pengrajin yaitu 65%. Upah tenaga kerja yang digunakan pengrajin batik tulis Rp 11.000,- sampai dengan Rp 13.000,- prosentasenya mencapai 95 % atau sejumlah 19 pengrajin. Sumber modal yang digunakan kebanyakan merupakan modal sendiri dan kredit pihak lain yaitu 75%. Untuk rata-rata pendapatan kotor pengrajin batik tulis Rp 3.970.000,- setiap bulan sedangkan rata-rata pendapatan bersih pengrajin batik tulis Rp 520.100,- setiap bulannya. Untuk efisiensi usaha rata-rata tertinggi yaitu 1,20 dan terendah 1,06 Dan kategori pengrajin memberikan nilai R/C rasio >1, yaitu berarti bahwa home industri batik tulis efisien dan menguntungkan, sehingga layak untuk dikembangkan di Desa Simbangkulon, Kecamatan Buaran Pekalongan. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa Pengrajin Batik Tulis di Desa Simbangkulon ternyata kebanyakan tenaga kerja berasal dari anggota keluarga. Dan sebaiknya menambah modal usaha untuk meningkatkan pendapatan dan tenaga kerja yang merupakan langkah baik guna mengurangi pengganguran.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 01:36
Last Modified: 24 Jul 2012 01:36
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12803

Actions (login required)

View Item View Item