KERAHASIAAN REKAM MEDIS (MEDICAL RECORD) BAGI TERSANGKA YANG SAKIT PADA PROSES PENYIDIKAN (Studi di Polresta Malang)

Madiyah, Sus (2006) KERAHASIAAN REKAM MEDIS (MEDICAL RECORD) BAGI TERSANGKA YANG SAKIT PADA PROSES PENYIDIKAN (Studi di Polresta Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KERAHASIAAN_REKAM_MEDIS.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Kehidupan masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung selalu terkait dengan hukum. Salah satunya adalah masalah kesehatan, yang juga sering terkait dengan masalah hukum. Pertemuan antara bidang hukum dengan bidang kesehatan terutama dalam bidang hukum, misalnya saja dengan adanya rekam medis. Rekam medis dalam bidang hukum mempunyai beberapa fungsi antara lain : membantu dan melindungi kepentingan hukum pasien, sebagai alat bukti bagi setiap masa perawatan atau berobat jalan, dan sarana mengembalikan ingatan para pihak yang berperkara. Adapun berkaitan dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendiskripsikan tentang prosedur pelaksanaan rekam medis tersangka, mengetahui tentang kerahasiaan rekam medis yang dimiliki tersangka dan selain itu juga untuk mengetahui hambatan penyidik dalam memperoleh rekam medis tersangka. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah diskriptif analisis, data dari responden yang akan dianalisa dan digambarkan sedemikian rupa sehingga didapat suatu kesimpulan yaitu tentang kerahasiaan rekam medis tersangka. Melalui penelitian ini maka peneliti mendapatkan hasil bahwa mengenai hak kepemilikan rekam medis terhadap pasien berlaku pula bagi tersangka apabila tersangka mengalami sakit dan dirujuk ke rumah sakit. Selain itu dapat diketahui pula bahwa rekam medis milik seseorang yang berstatus sebagai tersangka tetap bersifat rahasia bagi siapapun yang ingin mengetahuinya, kecuali penyidik untuk proses penyidikan. Dan bila pasien dirawat oleh dokter pribadinya, maka apabila penyidik ingin mengetahui isi rekam medis tersangka harus lebih dahulu izin kepada dokter pribadinya tersebut. Seharusnya dalam UU No. 23 Tahun 1992 diatur tentang batasan –batasan untuk melihat isi rekam medis, supaya setiap pasien yang memiliki rekam medis tidak mempergunakan haknya untuk mengetahuinya. Karena apabila setiap pasien menggunakan haknya untuk melihat rekam medis maka dimana profesi dari dokter. Dimana dapat disimpulkan bahwa hak-hak tersangka dalam masa penahanan di Polresta Malang tetap diberikan, seperti dalam hal tersangka mengalami sakit maka tersangka berhak mendapatkan perawatan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehakiman RI No. 04-01.06 Tahun 1983 tentang Tata Cara Penempatan, Perawatan Tahanan dan Tata Tertib Rumah Tahanan Negara. Tetapi pelaksanaan hak tersangka tersebut masih dibatasi, misalnya dalam hal untuk mengetahui isi rekam medis tersangka maka penyidik tidak harus izin lebih dahulu kepada tersangka. Tetapi untuk pihak lain yang ingin mengetahui isi rekam medis tersangka harus izin terlebih dahulu kepada tersangka Penulis menyarankan agar dalam memeriksa seseorang yang berstatus sebagai tersangka, dokter juga harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar profesinya seperti halnya memeriksa pasien lain. Selain itu dalam UU No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan seharusnya diatur tentang batasan seseorang dalam melihat isi rekam medisnya, supaya setiap pasien tidak mempergunakan haknya untuk melihat isi rekam medisnya. Karena kalau setiap pasien mempergunakan haknya untuk melihat isi rekam medis maka dimana privacy dokter.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 24 Jul 2012 01:34
Last Modified: 24 Jul 2012 01:34
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12802

Actions (login required)

View Item View Item