PENCITRAAN PEMERINTAH PADA IKLAN ROKOKSAMPOERNA A MILD(Analisis Semiotik pada Iklan Rokok A Mild versi “Banjir Kok Jadi Tradisi” yangDitayangkan di Televis

NUGROHO, AAN (2006) PENCITRAAN PEMERINTAH PADA IKLAN ROKOKSAMPOERNA A MILD(Analisis Semiotik pada Iklan Rokok A Mild versi “Banjir Kok Jadi Tradisi” yangDitayangkan di Televis. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENCITRAAN_PEMERINTAH_PADA_IKLAN_ROKOKSAMPOERNA_A_MILD.pdf

Download (118kB) | Preview

Abstract

Keywords: kontruksi makna, nilai-nilai sosial, iklan rokok, semiotik Tidak semua iklan dapat secara bebas mengiklankan produknya. Seperti produk rokok yang memiliki daya sensitifitas tersendiri, sehingga mempunyai etika khusus dalam beriklan. Untuk mensiasatinya, perancang iklan menampilkan pencitraan tertentu dalam mengidentifikasikan produknya, dengan memainkan sistem tanda yang sengaja dikontruksi. Demikian dengan iklan rokok Sampoerna A Mild yang memposisikan produknya ke dalam konteks emosi nilai-nilai sosial. Sehingga peneliti ingin memahami bagaimana pemaknaan nilai-nilai sosial yang dikontruksi dalam iklan tersebut. Iklan sebagai alat pemasaran barang atau jasa serta selalu membutuhkan jasa media massa sebagai suatu media informasi yang dapat dinikmati masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa iklan adalah sebuah bentuk komunikasi, dimana pesan yang disampaikan bersifat informative dan persuasive dalam rangka penjualan atas produk barang dan jasa melalui sebuah media. Iklan dibangun oleh berbagai sistem tanda yang bekerjasama untuk mencapai efek yang diharapkan. Iklan merupakan bidang kajian yang relevan bagi analisis semiotik, analisis ini merupakan anlisis yang terstruktur sehingga akan memungkinkan terbacanya nilai-nilai atau belief system yang digunakan sebagai referensi untuk mengkonstruksikan makna. Iklan televise yang berdurasi dalam hitungan detik, memanfaatkan sistem tanda untuk memperjelas makna tanda yang dikonstruksikan, sehingga apa yang ada dalam berbagai makna iklan sesungguhnya adalah realitas tanda itu sendiri. Pendekatan semiotik tidak mengharuskan kita meneliti secara kualitatif terhadap hasil yang didapat, dengan menggunakan interpretasi yang tepat dengan menggambarkan secara sistematis, factual dan akurat mengenai iklan yang diteliti. Semiotik lebih concern pada pembongkaran pesan yang tersembunyi dalam suatu teks dan ia memberi ruang bagi eksplorasi. Pemaknaan iklan televisi tidak hanya sekedar mendeskripsikan alur cerita yang terdapat dalam rangkaian iklan. Tetapi harus dilakukan dengan metode khusus yang cermat agar mendapatkan makna sesuai dengan yang dirumuskan. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode penelitian semiotik. Mengingat terdapat banyak pilihan metode semiotik dalam disiplin ilmu komunikasi, peneliti menggunakan metode Roland Barthez sebagai patokan dalam menganalisis iklan. Kemudian dimaknakan secara denotatif dan konotatif guna memperoleh makna yang sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan oleh peneliti. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dan tipe penelitian adalah deskriptif dengan metode analisis semiotik. Sedangkan yang menjadi unit analisis adalah shot-shot yang dianggap relevan, baik secara audio (suara musik atau narator) maupun gambar visual (gambar atau huruf) dalam iklan rokok Sampoerna A Mild versi “Banjir Kok Jadi Tardisi”. Kemudian data intepretasi dengan tujuan mendapatkan pemahaman tentang makna. Hasil dari interpretasi, nilai-nilai sosial yang dikontruksi iklan rokok Sampoerna A Mild versi “Banjir Kok Jadi Tradisi” merepresentasikan pencitraan tehadap pemerintah. Dalam kontruksinya, digambarkan dengan kegiatan atau aktifias yang muaranya pada suatu kepentingan yaitu sebuah kunjungan pejabat pemerintah ke lokasi banjir dengan melambaikan tangan. Teks iklan ini mengguratkan pesan moral sebagaimana yang berkembang dalam realitas sosial masyarakat khususnya di Indonesia. Perancang iklan melihat hal-hal tersebut sebagai sebuah fenomena sosial yang tidak terlepas dari konteks sosial yang berlaku di masyarakat, karena tidak mustahil justru pada akhirnya iklan-lah yang akan menciptakan adanya fenomena atau referensi baru bagi audience. Iklan ini mengambil posisi dalam suatu masalah kontroversial atau isu-isu dari kepentingan publik untuk mengkontruksi materi iklan, sehingga wajah iklan memiliki nuansa kepedulian sosial terhadap persoalan sosial untuk dijadikan daya tarik dalam menarik simpati konsumen demi meraup keuntungan atau laba sebesar-besarnya. Ideology yang terdapat dalam iklan A Mild versi “Banjir Kok Jadi Tradisi”, adalah ideology yang memihak kepada masyarakat kapitalis. Kapitalis seperti halnya produsen rokok A Mild dimana dari tujuan untuk dapat memberikan efeknya terhadap mesyarakat. Kerja idelogis dalam iklan ini untuk memenangkan persetujuan masyrakat pada kapitalisme yang bukan sekedar praktik ideologis, melainkan njuga perjuangan ideologis untuk menghegemoni masyarakat dalam membujuk produk yang diiklankan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 23 Jul 2012 03:29
Last Modified: 23 Jul 2012 03:29
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12743

Actions (login required)

View Item View Item