PERANCANGAN ALAT PEMANAS AWAL MADU

NASRUDIN ALFI, ARIF (2006) PERANCANGAN ALAT PEMANAS AWAL MADU. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANCANGAN_ALAT_PEMANAS_AWAL_MADU.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Madu adalah nectar atau eksudat gula dari tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu (Apis Mellifera) diolah dan disimpan dalam sarang madu. Madu murni (di Indonesia) yang baru diambil dari sarangnya bisa memiliki kandungan air sebanyak 25% dari beratnya, dan bisa mencapai 33% jika terkontaminasi dengan udara luar, karena madu memiliki sifat hidroskopis (mudah menyerap air dari udara). Jika hal tersebut terjadi maka madu akan mengalami fermentasi dan akhirnya merusak mutu madu. Untuk memberikan solusi akan permasalahan ini maka dibutuhkan sebuah alat menurunkan kadar air madu, sehingga bisa menurunkan kadar air tersebut hingga sampai 17%. Proses penguapan (evaporation) dilakukan dalam sebuah alat yang bernama evaporator. Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengentalan madu ini adalah evaporasi berlangsung dalam waktu yang cepat sebab jika terlalu lama, maka madu akan mengalami kristalisasi. Pada skripsi ini penulis akan merencanakan suatu jenis evaporator, fluida pemanas yang digunakan berupa air bersuhu 400C. Dari hasil perhitungan dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Laju aliran kalor yang dibutuhkan untuk proses evaporasi adalah sebesar 0,8950 kW dengan laju aliran massa madu sebesar 0,01567 kg/s sedangkan laju aliran massa air yang dibutuhkan sebesar 0,0428 kg/s. 2. Semakin besar debit bahan pangan cair maka laju aliran kalor yang dibutuhkan juga semakin besar. 3. Kalor desain yang dihasilkan oleh evaporator adalah sebesar 0,369 kW Hal ini dapat diterima untuk menghindari kekurang telitian dalam pembuatan atau karena penurunan performan setelah pemakaian selama beberapa waktu. 4. Dimensi evaporator yang sesuai untuk laju aliran kalor sebesar 0,369 kW yaitu jumlah pipa sebanyak 20 buah, diameter dalam pipa 0,0212 m, diameter luar pipa 0,0254 m dan panjang pipa 0,5 m. 5. Pressure drop yang terjadi pada sisi dalam pipa sebesar 0,5198 N/m2 sedangkan untuk sisi luar pipa sebesar 0,0664 N/m2.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 23 Jul 2012 02:33
Last Modified: 23 Jul 2012 02:33
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12687

Actions (login required)

View Item View Item