POTENSI EKONOMI RELATIF WILAYAH PADA KOMODITI PANGAN DI KABUPATEN MAGETAN

SRI RAHAYU, MUJI (2006) POTENSI EKONOMI RELATIF WILAYAH PADA KOMODITI PANGAN DI KABUPATEN MAGETAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
POTENSI_EKONOMI_RELATIF_WILAYAH_PADA_KOMODITI_PANGAN_DI_KABUPATEN_MAGETAN.pdf

Download (54kB) | Preview

Abstract

Potensi yang relatif besar di Indonesia, khususnya dalam sektor pertanian menjadikan alasan yang sangat mendasar bagi Pemerintah Daerah dalam menitik beratkan perekonomiannya pada sektor agraris. Setiap daerah tentu mempunyai kondisi potensi ekonomi yang tidak sama dengan daerah yang lain. Perbedaan ini nantinya akan mengarah kepada apakah potensi-potensi ini menghambat atau justru sebagai pendorong daya saing suatu daerah. Dalam rangka pengembangan potensi perekonomian wilayah, maka setiap daerah harus mempunyai rencana pengembangan potensi masing-masing yang dimulai dari tiap Kabupaten/Kotamadya. Salah satu contohnya Kabupaten Magetan yang mempunyai latar belakang daerah agraris yang menghasilkan beberapa komoditi pangan. Hasil komoditi pangan Magetan yang didukung dengan komoditi jagung, singkong, ubi jalar, dan beberapa jenis pisang (pisang kepok, raja, susu, ambon) dapat dijadikan sebagai sektor basis pertanian mengingat semakin meningkatnya kebutuhan akan pangan di Magetan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, serta mendukung program ketahanan pangan. Dengan demikian diperlukan berbagai penggalian dan pengembangan potensi sektor pertanian khususnya komoditi pangan di Magetan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Untuk mengetahui komoditi pangan yang menjadi sektor basis di Kabupaten Magetan, 2)Untuk mengetahui komoditi pangan di Kabupaten Magetan yang bisa menjadi sektor basis, 3)Untuk mengetahui potensi ekonomi relatif dari komoditi pertanian pangan di Kabupaten Magetan, 4)Untuk mengetahui strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan potensi komoditi pangan di Kabupaten Magetan. Pada penelitian ini dilakukan di Kab. Magetan dengan mengambil data sekunder. Analisis data menggunakan metode analisis LQ yaitu analisis untuk menghitung perbandingan besarnya peranan suatu sektor suatu daerah terhadap besarnya peranan sektor yang sama secara nasional atau wilayah setingkat diatasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi tanaman pangan khususnya komoditi jagung mampu menjadi sektor basis dari bidang pertanian di Kab. Magetan. Hal ini terbukti dengan hasil analisis LQ1 yang menunjukkan hasil LQ>1 yaitu sebesar 1,6, artinya bahwa 1,6% adalah proporsi untuk wilayah Magetan dan 1% proporsi untuk wilayah Jatim. Sedangkan hasil analisis LQ2 juga mwnunjukkan hasil LQ>1 yaitu 1,01, artinya 1,01% adalah rpoporsi untuk wilayah Magetan dan 1% untuk Jatim (2001) dan tahun 2002-2003 hasil LQ<1 atau 0,9, artinya 0,9% proporsi untuk Magetan dan 1% untuk Jatim. Walaupun demikian secara keseluruhan subsektor tanaman pangan sudah mampu menjadi sektor basis dari bidang pertanian. Wilayah Kabupaten Magetan terdapat 409 orang lapangan kerja yang terdiri atas 305 lapangan kerja non basis dan 104 lapangan kerja basis. Untuk mengetahui penyebaran lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja maka dari analisis rasio basis didapatkan hasil 1 : 3 artinya setiap 100 lapangan kerja basis tersedia 300 lapangan kerja non basis. Apabila terjadi penambahan lapangan kerja basis sebanyak 100 orang maka diharapkan akan tercipta lapangan kerja non basis yang baru sebesar 300 orang, dan bila lapangan kerja basis dikurangi maka lapangan kerja non basispun juga berkurang, sehingga akan terjadi penurunan lapangan kerja yang tersedia. Begitu pula jika lapangan kerja di sektor yang ada di Magetan ditambah, maka akan menambah juga lapangan kerja di sektor non basis, dan begitu pula sebaliknya. Penambahan lapangan kerja basis di Magetan akan akan berakibat baik dalam perkembangan perekonomiannya dan daerahnya akan cepat berkembang sebab laju perekonomian berputar terus. Sedangkan angka pengganda basis didapatkan hasil 4 :1, artinya setiap pertambahan lapang kerja basis sebanyak 400 orang, mengakibatkan pertambahan lapangan kerja total sebanyak 400 orang yaitu 100 orang sektor basis dan 400 orang sektor non basis. Banyaknya lapangan kerja di Kabupaten Magetan secara agregat belum mengimbangi laju pertumbuhan usia kerja produktif. Hal ini terbukti pada tahun 2003 saja lapangan kerja sebanyak 409 orang, tetapi usia kerja produktif mencapai 5515 orang. Sedangkan rata-rata lapangan kerja yang tersedia 437 orang/tahun dengan rata-rata angkatan kerja sebesar 4661 orang/tahun. Masalah ini mengakibatkan angka pengangguran mengalami peningkatan dan berimbas pada kenaikan tindak kriminal. Oleh karena itu diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan melakukan tindakan pencegahan melalui usaha pengembangan dan peningkatan sektor basis dan non basis. Melalui usaha tersebut nantinya dapat diharapkan membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Kabupaten Magetan berpotensi dalam bidang pertanian khususnya tanaman pangan. Potensi tersebut terus digali dan dikembangkan, agar dapat bersaing dengan daerah lainnya. Pengembangan dilakukan dengan berbagai usaha di antaranya menggali dan memperbaiki berbagai komoditi pangan baik unggulan maupun belum unggulan melalui perbaikan mutu, perbaikan saran adan prasarana perhubungan dan perdagangan, meningkatkan SDM petani di Magetan dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan pemberian bantuan modal maupun saprodi, serta mengembangankan kawasan agribisnis di Kabupaten Magetan dan mengoptimalkan sumber daya pengolahan pertanian yang didukung dengan fasilitas produksi dan pasar yang memadahi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 21 Jul 2012 08:15
Last Modified: 21 Jul 2012 08:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12664

Actions (login required)

View Item View Item