PERANAN LAPORAN KOREKSI FISKAL DALAM MENETAPKAN PENGHASILAN KENA PAJAK PADA PT. MAYATAMA MANUNGGAL SENTOSA MALANG

SULISTYOWATI, DIAH PUSPITA (2006) PERANAN LAPORAN KOREKSI FISKAL DALAM MENETAPKAN PENGHASILAN KENA PAJAK PADA PT. MAYATAMA MANUNGGAL SENTOSA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANAN_LAPORAN_KOREKSI_FISKAL_DALAM_MENETAPKANPENGHASILAN_KENA_PAJAK_PADAPT.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus dengan judul ”Peranan Laporan Koreksi Fiskal dalam Menetapkan Penghasilan Kena Pajak pada PT. Mayatama Manunggal Sentosa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan telah menetapkan Peraturan Perpajakan dalam pembuatan laporan laba-rugi perusahaan dan mengetahui pajak terutang perusahaan yang sebenarnya. Dalam hal ini apabila perusahaan belum benar-benar menerapkan Peraturan Perpajakan, maka akan terdapat perbedaan antara laporan keuangan menurut UU Perpajakan. Dengan adanya perbedaan tersebut maka perusahaan harus melakukan rekonsiliasi fiskal. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tahapan-tahapan untuk menganalisis data yang telah diperoleh dari perusahaan. Tahapan pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan untuk mengetahui data-data yang dianggap tidak sesuai dengan UU Perpajakan No. 17 tahun 2000, setelah dievaluasi maka data-data tersebut dikelompokkan dan kemudian dilakukan koreksi fiskal yang mengacu pada UU Perpajakan No. 17 tahun 2000. Tahapan terakhir dari analisis ini adalah menghitung besarnya pajak terutang perusahaan yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan dengan laporan laba rugi menurut UU perpajakan tahun 2000 yang disebabkan adanya beda tetap dan beda waktu, sehingga akan berpengaruh pada besarnya jumlah pajak terutang. Dengan adanya perbedaan ini maka harus dilakukan koreksi atau rekonsiliasi fiskal terhadap perbedaan-perbedaan yang ada agar laporan laba rugi yang disajikan untuk pihak fiskus sesuai dengan UU Perpajakan. Hasil perhitungan akibat adanya perbedaan tersebut adalah terdapat selisih jumlah pajak terutang yaitu selisih kurang bayar sebesar Rp. 4.611.300,00 dimana pajak terutang menurut perusahaan sebesar Rp. 40.960.100,00 dan menurut UU Perpajakan sebesar Rp. 45.571.400,00. Selain berpengaruh terhadap pajak, perbedaan itu juga secara langsung berpengaruh terhadap besarnya laba. Laba setelah diadakannya rekonsiliasi fiskal menjadi lebih besar jumlahnya yaitu Rp.210.238.583,86. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat memberikan saran bahwa perusahaan sebaiknya melakukan penggolongan kembali pendapatan dan beban yang boleh diakui dan yang tidak boleh diakui oleh pajak, sehingga dapat memudahkan perhitungan kembali laba kena pajak yang sebenarnya. Selain itu, disarankan juga agar perusahaan dalam menyusun laporan keuangan khususnya laporan laba rugi yang disajikan bagi kepentingan pajak harus sesuai dengan UU perpajakan yang berlaku sehingga tidak perlu banyak melakukan koreksi fiskal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 21 Jul 2012 04:43
Last Modified: 21 Jul 2012 04:43
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12622

Actions (login required)

View Item View Item