UJI TOKSISITAS AKUT ISOFLAVON FITOESTROGEN DARI EKSTRAK Pueraria lobata PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAINWISTAR

MAYA SURYANINGTIAS, IKA (2006) UJI TOKSISITAS AKUT ISOFLAVON FITOESTROGEN DARI EKSTRAK Pueraria lobata PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAINWISTAR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UJI_TOKSISITAS_AKUT_ISOFLAVON_FITOESTROGEN_DARIEKSTRAK_Pueraria_lobata_PADA_TIKUS.pdf

Download (82kB) | Preview

Abstract

Pueraria lobata merupakan produk fitofarmaka baru yang mengandung fitoestrogen dalam kadar cukup tinggi, bahkan berdasarkan literatur lebih tinggi dari yang terkandung dalam kedelai. Salah satu sifat fitoestrogen yang telah diketahui adalah dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga dari beberapa alasan di atas, secara prinsip untuk penggunaan fitofarmaka baru secara luas, memerlukan berbagai uji praklinik dan klinik baku, untuk mengetahui tingkat keamanannya secara pasti. Telah dilakukan uji Toksisitas Akut Isoflavon Fitoestrogen dari Ekstrak Pueraria lobata pada tikus (Rattus novergicus) betina strain Wistar dengan usia 10­11 minggu, dan berat badan 200 – 250 gram. Pada penelitian ini digunakan lima kelompok dosis yang terdiri dari 5 ekor tikus. Dosis yang dipakai meliputi 0 gr/kg (kontrol), 10 gr/kg, 15 gr/kg, 25 gr/kg, dan 40 gr/kg berat badan tikus. Pada hasil penelitian ini tidak ditemukan adanya kematian hewan uji pada berbagai kelompok dosis yang dimulai dari 10–40 gr/kgBB tikus, dengan kandungan utama bahan aktif isoflavon genistein daidzein (IGD) antara 49,17 – 196,689 ppm; tidak menyebabkan perubahan fisik yang bermakna pada hewan uji dengan tidak mempengaruhi sistem saraf pusat dan somatomotor, saraf otonom, pernapasan, kardiovaskuler, saluran cerna, genitourinari, kulit dan bulu, membran mukosa, serta mata (% respon = 0); akan tetapi terdapat perubahan berat badan setelah dilakukan pengamatan selama 7 hari berturut­turut. Dari hasil penelitian ini berarti bahwa nilai LD50 ekstrak Pueraria lobata tidak dapat dihitung atau dinyatakan dengan pasti. Yang dapat dinyatakan hanya LD50 semunya, sebatas peringkat dosis tertinggi yang secara teknis diterima oleh hewan uji. Yakni lebih besar dari 40 gr/kgBB. Makna toksikologi temuan di atas ialah bahwa potensi ketoksikan akut ekstrak Pueraria lobata, termasuk dalam kategori tidak toksik (>15 gr/kgBB) sesuai Frank (1995).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medical Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 Jul 2012 04:18
Last Modified: 21 Jul 2012 04:18
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12612

Actions (login required)

View Item View Item