RAGAM KARAKTER MORFOLOGI POLONG KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETAHANAN TERHADAP HAMA PENGISAP POLONG Riptortus linearis F.

MAULIDAH, LULUK (2006) RAGAM KARAKTER MORFOLOGI POLONG KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETAHANAN TERHADAP HAMA PENGISAP POLONG Riptortus linearis F. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
RAGAM_KARAKTER_MORFOLOGI_POLONG_KEDELAI.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Kedelai merupakan tanaman palawija yang memegang peranan penting sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri. Manfaat kedelai yang sangat banyak meningkatkan kebutuhan akan kedelai. Salah satu kendala peningkatan produksi kedelai di Indonesia adalah masalah kerusakan polong yang disebabkan oleh hama pengisap polong Riptortus linearis F. Serangan hama pengisap polong tidak hanya dapat menurunkan hasil namun juga menurunkan kualitas hasil kedelai. Genotip tahan merupakan alternatif penting dalam menekan kehilangan hasil kedelai akibat tekanan hama pengisap polong. Pembentukan genotip/varietas tahan dapat dilakukan jika telah diketahui faktor-faktor yang menentukan ketahanan tanaman terhadap hama bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menilai keragaman karakter morfologi polong dari beberapa genotip kedelai. 2) Menentukan karakter morfologi polong yang berperan sebagai faktor pertahanan morfologi terhadap hama pengisap polong. Hipotesa yang diajukan adalah ada keragaman karakter morfologi polong antar genotip kedelai yang berperan sebagai pertahanan tanaman kedelai terhadap hama pengisap daun R. linearis F. Penelitian dilakukan di rumah kasa dan Laboratorium pemuliaan Balai Penelitian tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April hingga Agustus 2005. Parameter pengamatan meliputi intensitas ketahanan, kerapatan dan panjang trikoma, ketebalan kulit polong, jumlah biji perbuku, jarak antar buku, diameter polong, berat biji dan jumlah polong. Bahan yang digunakan adalah 10 genotip kedelai. Analisa data menggunakan analisis ragam dan analisis korelasi. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan bahwa pada masing-masing genotip terdapat keragaman sifat morfologi. Adapun keragaman morfologi itu meliputi kerapatan dan panjang trikoma, ketebalan kulit polong, diameter polong, jarak antar buku dan jumlah polong perbuku. Korelasi antara intensitas kerusakan dan karakter morfologi polong menunjukkan bahwa kerapatan dan panjang trikoma serta ketebalan kulit polong mempunyai hubungan negatif sangat nyata. Yaitu semakin rapat dan panjang trikoma serta semakin tebal kulit polong maka semakin rendah tingkat serangan serangga hama. Selain itu berat biji juga memiliki korelasi yang cukup kuat dengan intensitas kerusakan. Semakin tinggi tingkat kerusakan semakin menurun berat biji. Genotipe G 100H sangat tahan dan dapat digunakan sebagai bahan pemuliaan yang baik dan genotip 85-JP Ichyou adalah genotip yang sangat peka.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 Jul 2012 04:09
Last Modified: 21 Jul 2012 04:09
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12595

Actions (login required)

View Item View Item