EKSISTENSI UNDANG-UNDANG NO.5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

MASRUL, MASRUL (2006) EKSISTENSI UNDANG-UNDANG NO.5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
EKSISTENSI_UNDANG-UNDANG_NO.5_TAHUN_1999TENTANG_LARANGAN_PRAKTEK_MONOPOLI_DAN_PERSAINGANUSAHA_TIDAK_SEHAT_DALAM_PERSPEKTIFHUKUM_ISLAM.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Keywords: Eksistensi Undang-undang No. 5 Tahun 1999 Diundangkannya Undang-undang No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat di Indonesia diharapkan mampu menjadi sebuah solusi bagi sekalian umat manusia, dan mampu untuk menghilangkan atau meminimalisir kegiatan-kegiatan ekonomi yang tidak sesuai dengan norma dan moral. Dan juga diharapkan Undang-undang tersebut selaras dengan konsep ekonomi dalam Islam. Maka dalam penulisan ini, penulis ingin mengkaji tentang eksistensi dari Undang-undang No. 5 Tahun 1999 serta implementasinya dalam perekonomian di Indonesia dengan menggunakan Islam sebagai alat analisis, karena Islam diturunkan kebumi adalah dengan misi pemerataan keadilan dan kesejahteraan (Rahmatan Lil ’alamin). Eksistensi dari Undang-undang No. 5 tahun 1999 secara yuridis maupun secara sosiologis telah memberikan harapan sekaligus tantangan bagi kehidupan dunia usaha dan perdagangan di Indonesia. Namun demikian nampaknya Undang-undang ini akan mengalami tantangan yang sangat kompleks khususnya dalam penegakan hukumnya terhadap larangan hukum anti monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Maka dari itu diharapkan peran dan fungsi KPPU dalam menjalankan Undang-undang No. 5 Tahun 1999 dapat secara pro aktif. Dalam penelitian ini terdapat rumusan masalah yaitu bagaimana perspektif hukum Islam tentang praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dan bagaimana implementasi Undang-Undang No.5 Tahun 1999 tersebut dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum Islam memandang tentang praktek monopoli dan persaingan Tidak sehat di Indonesia Untuk mengetahui bagaimana implementasi Undang-Undang No.5 Tahun 1999 di Indonesi. Metode penelitian dengan pendekatan yang digunakan adalah penelitian hukum normative atau doctrinal research yaitu bahan pustaka hukum yang berkaitan dengan hukum positif dan hukum Islam, khususnya hukum bisnis, Al-Qur’an, Al-Hadits dan ekonomi Islam Dari sumber data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder penulis menggunakan metode Analisa Komperatif yaitu dengan membandingkan Undang-undang anti monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dengan hukum ekonomi Islam. Dalam penulisan ini data yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif normative yaitu analisis yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Al-Qur’an dan Al-Hadits. Setelah peneliti menganalisa maka penelti menyimpulkan, bahwa praktek monopoli dan dan persaingan usaha tidak sehat secara nyata tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi yang ada dalam Islam. bahwasanya Islam memiliki prinsip dasar sebagai berikut yaitu: dalam perdagangan haruslah bertolak ukur pada kejujuran, kepercayaan dan ketulusan. Pada dasarnya Islam memperbolehkan adanya persaingan usaha karena kita harus mengembalikan pada pada asas ekonomi Islam, dimana disatu asas disebutkan adanya asas kebebasan. Yakni dalam arti bahwa manusia bebas menggunakan dan memanfaatkan semua yang ada didunia karena merupakan anugerah dari Allah SWT. Akan tetapi apabila persaingan itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak sehat yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak lain maka hal itu sangatlah tidak dibenarkan dalam Islam. Hal ini dapat diartikan suatu penindasan terhadap prilaku pasar, sebab keuntungan yang akan diperoleh dari persaingan yang tidak sehat itu adalah keuntungan yang berlebih-lebihan dan sebagai wujud dampak negatifnya adalah kerugian yang diderita oleh pihak lain atas diperolehkannya keuntungan yang berlebih-lebihan itu. Karena Allah juga tidak menghendaki pemanfaatan suatu nikmat dengan melampaui batas yaitu berlebih-lebihan. Setelah 5 tahun Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, ternyata baru disadari UU memiliki banyak kelemahan-kelemahan yang secara substansi atau isi, sehingga disadari atau tidak hal itu akhirnya akan mempengaruhi proses penegakkan hukum terhadap Undang-Undang itu sendiri. Permasalahan disekitar penegakan hukum ini mengemukakan dikarenakan Undang-undang itu sendiri kurang memberikan gambaran yang jelas mengenai proses lanjutan penanganan perkara persaingan keberatan terhadap keputusan KPPU. Dunia telah membuktikan persaingan usaha yang sehat dalam perekonomian suatu negara dapat memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakatnya. Hal inilah yang didambakan bersama. Namun disadari bahwa tanpa dukungan luas dari publik, upaya membangun persaingan sehat melalui penegakkan setiap sisi dari UU No. 5 Tahun 1999 akan menjadi sia-sia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 Jul 2012 03:36
Last Modified: 21 Jul 2012 03:36
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12581

Actions (login required)

View Item View Item