PENERAPAN METODE LINIER PROGRAMMING DALAM PENENTUAN KOMBINASI PRODUK (Study kasus : PT. BERLINA, Tbk. Pandaan)

MARLIA, LINA (2006) PENERAPAN METODE LINIER PROGRAMMING DALAM PENENTUAN KOMBINASI PRODUK (Study kasus : PT. BERLINA, Tbk. Pandaan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENERAPAN_METODE_LINIER_PROGRAMMINGDALAM_PENENTUAN_KOMBINASI_PRODUK.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada PT. Berlina Tbk, Pandaan dengan tujuan untuk mencari kombinasi jumlah produk yang optimal. PT. Berlina, Tbk bergerak dalam bidang produksi plastik, barang yang diproduksi adalah botol dengan berbagai macam warna dan ukuran. Adapun botol yang diambil adalah Citra Chamomile dan Nivea, sedangkan warna dari botol Citra Chamomile adalah hijau dan ukurannya adalah 120 ml dan 250 ml. Untuk botol Nivea berwarna putih dan ukurannya adalah 100 ml dan 200 ml. Dari berbagai jenis botol yang diproduksi menyebabkan timbulnya suatu masalah yaitu masalah penentuan volume produksi yang kurang tepat. Hal ini diketahui dari seringnya terjadi kelebihan atau kekurangan produk yang menyebabkan hilangnya peluang permintaan sehingga keuntungan yang diperoleh kurang optimal. Dalam penelitian untuk menentukan kombinasi produk yang optimal dengan metode Linier Programming dilakukan melalui dua tahap, yaitu yang pertama adalah permintaan peramalan dengan menggunakan metode time series dengan bantuan software Minitab diantaranya Moving Average, Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Winter’s dan Trend Linier, dan langkah yang kedua adalah melakukan perhitungan dari model Linier Programming dengan bantuan QS. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan QS maka didapatkan solusi optimal kombinasi produk antara botol Citra Chamomile 120 ml Green, Citra Chamomile 250 ml Green, Nivea 100 ml Slimdes RW White, dan Nivea 200 ml Slimdes RW White yang harus diproduksi. Adapun keuntungan yang diperoleh dari sesudah diterapkannya metode Linier Programming yang merupakan hasil perhitungan selama 12 periode adalah sebesar Rp 421.918.752 , sedangkan keuntungan yang diperoleh sebelum dilakukan penerapan Linier Programming adalah Rp 421.917.990,8 , sehingga terjadi peningkatan keuntungan sebesar 0,00018% yaitu Rp 761,2. Dari perhitungan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang optimal apabila volume produksi dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan kombinasi produk yang telah dihasilkan dari perhitungan QS.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 21 Jul 2012 02:55
Last Modified: 21 Jul 2012 02:55
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12562

Actions (login required)

View Item View Item