IMPLEMENTASI HAK PEKERJA DITINJAU DARI UU RI NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (Study analisis Hak Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV. Inna Anna Furniture Surabaya)

SUSANTOYO, M. IKHLAS (2006) IMPLEMENTASI HAK PEKERJA DITINJAU DARI UU RI NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (Study analisis Hak Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV. Inna Anna Furniture Surabaya). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
IMPLEMENTASI_HAK_PEKERJA_DITINJAU_DARI_UU_RI_NOMOR_13.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Melihat pentingnya peran serta pekerja diharapkan kebijakan-kebijakan perindustrian kita nanti makin membaik, khususnya mengenai hak-hak pekerja yang selama ini banyak mengalami tekanan karena bagaimana mungkin kualitas tenaga kerja dapat meningkat jika tidak ada perlindungan, pengupahan dan kesejahteraan khususnya hak keselamatan dan kesehatan yang layak terhadap para pekerja kita, hubungan industrial yang harmonis tidak akan terwujud apabila tidak ada keseimbangan antara masing-masing pihak dengan adanya penekanan kepada salah satu pihak, karena penekanan jelas dilakukan oleh pihak yang lebih kuat atau pihak pengusaha terhadap yang lemah dalam hal ini pekerja. Mulai dari proses memasuki dunia kerja, pekerja kerap tidak dapat turut serta dalam menentukan poin-poin hal perjanjian, upah atau political lobbying yang bertujuan perlindungan terhadap diri pekerja itu sendiri. Maka hubungan antara pekerja dan majikan, secara yuridis buruh adalah bebas karena prinsip negara kita tidak seorang pun boleh diperbudak, maupun diperhamba. Karena semua bentuk dan jenis perbudakan, peruluran dan perhambaan dilarang, tetapi secara sosiologis buruh itu tidak bebas sebagai orang yang tidak mempunyai bekal hidup yang lain selain tenaganya dan kadang-kadang terpaksa untuk menerima hubungan kerja dengan majikan meskipun memberatkan bagi buruh itu sendiri. Lebih-lebih saat sekarang ini dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Menyadari akan pentingnya pekerja bagi perusahaan, pemerintah dan masyarakat, maka perlu dilakukan pemikiran agar pekerja dapat menjaga keselamatan agar dapat menjalankan pekerjaan. Demikian pula perlu diusahakan ketenangan dan kesehatan pekerja agar apa yang dihadapinya dalam pekerjaan dapat diperhatikan semaksimal mungkin, sehingga kewaspadaan dalam menjalankan pekerjaan itu tetap terjamin. Pemikiran-pemikiran itu merupakan program perlindungan pekerja, yang dalam praktek sehari-hari berguna untuk dapat mempertahankan produktivitas dan kestabilan perusahaan. Perlindungan pekerja dapat dilakukan, baik dengan jalan memberikan tuntunan, maupun dengan jalan meningkatkan pengakuan hak-hak asasi manusia, perlindungan fisik dan teknis serta sosial dan ekonomi melalui peraturan yang jelas dan tegas berlaku dalam negara yang perkembangannya bisa menjangkau kedalam peraturan dilingkungan kerja. Karena sudah sewajarnya guna pelaksanaan pembangunan nasional pemerintah Indonesia memperhatikan nasib tenaga kerja, baik mengenai perjanjian kerjanya, gaji tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan pekerja yang hal ini masuk kedalam jaminan sosial tenaga kerja. Lain dari pada itu salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya adalah melalui program jaminan yang pelaksanaannya dilakukan melalui sistem asuransi sosial

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 19 Jul 2012 08:22
Last Modified: 19 Jul 2012 08:22
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12549

Actions (login required)

View Item View Item