PROBLEMATIKA DALAM PROSES PENDAFTARAN TANAH SECARA SISTEMATIK (studi di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun)

Santoso, Hadi (2006) PROBLEMATIKA DALAM PROSES PENDAFTARAN TANAH SECARA SISTEMATIK (studi di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PROBLEMATIKA_DALAM_PROSES_PENDAFTARAN_TANAH_SECARA.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Tanah merupakan salah satu modal yang sangat memegang peran yang strategis dalam pembangunan. Tanah sangat berarti bagi kehidupan manusia yang mempunyai nilai Ekonomi, Budaya Psikologis,Hankam dan Religius. Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia, tidak saja sebagai perumahan tapi tanah juga berguna sebagai tempat industri, tempat ibadah, rumah sakit, pertokoan dsb. Oleh karena itu tanah sangat dibutuhkan oleh manusia maka pemerintah mengatur pertanahan dengan mengeluarkan Undang-undang nomor 5 Tahun 1960 yang berisi tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan untuk menjamin kepastian hukum dibidang pertanahan pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang pendaftaran tanah, Akan tetapi dalam perkembangannya ternyata perarturan ini tidak dapat berjalan secara efektif. Hal ini karena selama kurun 30 tahun belum dapat memeberikan hasil yang memuaskan.kemudian pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yang mengatur tentang pendaftaran tanah. Dalam peraturan ini juga dimaksudkan untuk perencanaan pembangunan dan mewujudkan catur tertib bidang pertanahan. Dalam pendaftaran tanah ini terdapat dua macam yaitu Pendaftaran Tanah Secara Sporadis dan Pendaftaran Tanah Secara Sistematik. Adapun pendaftaran tanah secara sporadis merupakan pendaftaran tanah kegiatan pendaftaran untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah desa/kelurahan secara individu atau massal, Sedangkan pendaftaran tanah secara sistematik merupakan pendaftaran tanah yang dilakukan serentak yang meliputi semua obyek yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah Metode Diskriftif Kualitatif, sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana proses pendaftraran tanah secara sistematik dilaksanakan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pendaftaran tanah secara sistematik mengalami kendala atau hambatan yang diakibatkan oleh banyaknya pemilik tanah yang tidak dapat mengukur dan memasang tanda batas pada tanahnya yang disebabkan oleh ketidakhadiran dari pemilik tanah yang berbatasan kemudian kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang pendaftaran tanah secara sistematik. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa proses pendaftaran tanah secara sistematik masih terdapat kendala atau hambatan yang perlu mendapat respon baik dari petugas BPN selaku penyelenggara maupun dari aparat Desa/Kelurahan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 19 Jul 2012 03:07
Last Modified: 19 Jul 2012 03:07
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12484

Actions (login required)

View Item View Item