PEMBERITAAN KERUSUHAN ABEPURA PADA SURAT KABAR Analisis Framing pada Headline Jawa Pos dan KOMPAS Edisi 17 s/d 20 Maret 2006

Kurniawan, Ribut Era (2006) PEMBERITAAN KERUSUHAN ABEPURA PADA SURAT KABAR Analisis Framing pada Headline Jawa Pos dan KOMPAS Edisi 17 s/d 20 Maret 2006. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMBERITAAN_KERUSUHAN_ABEPURA_PADA_SURAT_KABARAnalisis_Framing_pada_Headline_Jawa_Pos_dan_KOMPASEdisi_17_s.pdf

Download (53kB) | Preview

Abstract

Pemberitaan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh sebuah media untuk berkomunikasi dengan khalayaknya. Pada peristiwa demonstrasi yang terjadi didepan Kampus Universitas Cendrawasih Papua yang berakhir rusuh dan menewaskan empat aparat keamanan dibingkai oleh media untuk disajikan kepada masyarakat sebagai upaya untuk berkomunikasi. Demonstrasi tersebut dilata belakangi oleh adanya ketimpangan ekonomi antara masyarakat pribumi dengan PT Freeport Indonesia (FI). Dalam melakukan unjuk rasa yang menuntut PT FI untuk ditutup, aksi massa tersebut dibelokkan menjadi isu politik. Melihat realitas yang terjadi di Abepura, dua surat kabar nasional yakni Jawa Pos dan KOMPAS memberikan perhatiannya dan membingkai realitas di Abepura dalam sudut pandang yang berbeda. Pembingkaian yang dilakukan oleh dua surat kabar itu tidak tanpa alasan. Karena dalam pembingkaian berita oleh media terdapat dua factor yang mempengaruhi, yakni faktor internal dan eksternal media. Karena hal tersebut peneliti merasa ingin mengetahui bagaimana surat kabar Jawa Pos dan KOMPAS membingkai kerusuhan di Abepura edisi 17 s/d 20 Maret 2006. Penelitian ini menggunakan teori Agenda Setting yang dikenalkan oleh Maxwell Mc Coms dan Donald L Shaw, yang berisikan bagaimana sebuah media menekankan suatu peristiwa yang akan mempengaruhi khalayak untuk menganggap penting sebuah peristiwa. Menurut asumsi teori ini, media punya kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu, media mengatakan apa yang penting dan apa yang tidak penting. Mediapun mengatur apa yang harus kita lihat dan atau tokoh siapa yang harus kita dukung (Nurudin;2003;184). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian dengan jenis analisa pesan. Karena dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian dengan melakukan analisa pesan-pesan yang terdapat pada surat kabar. Sedangkan pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan framing. Model framing yang dipakai adalah model framing yang diperkenalkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Konsicki. Dalam penelitian ini meneliti teks media yang yang terdapat dalam headline media, seperti yang dikemukakan oleh Pan dan Konsicki bahwa framing sebagai proses membuat suatu pesan lebih menonjol, menempatkan informasi lebih dari pada yang lain sehingga khalayak lebih tertuju pada pada pesan tersebut. Selain itu dengan menggunakan model Pan dan Konsicki bisa dilihat berita yang dikonstruksi lebih rinci dengan menggunakan empat struktur besar, yaitu struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Ruang lingkup penelitian ini adalah Headline surat kabar Jawa Pos dan KOMPAS pada edisi 17 s/d 20 Maret 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita-berita yang disajikan oleh kedua media sebagai objek penelitian terlihat bertolak belakang. Bagi Jawa Poskerusuhan di Abepura dibingkai dengan menunjukkan ketidak profesionalan institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya, yang terlihat dalam emosi anggota Brimob yang tak terkendali yang mengisi pemberitaan Jawa Pos pada setiap edisinya. Dalam memberitakan realitas Jawa Pos lebih menggunakan kata-kata yang bombastis dan sensasional, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dari masyarakat. Selain itu Jawa Pos melalui pemberitaan kerusuhan Abepura, menjadikan medianya sebagai alat untuk mengkritik kinerja kepolisian. Sedangkan bagi KOMPAS realitas kerusuhan dibingkai dengan menunjukkan keprofesionalan sebuah institusi kepolisian dalam menjalankan tugas. Hal ini terlihat dalam keberhasilan polisi dalam memulihkan keamanan di Abepura. Dalam menurunkan setiap pemberitaannya KOMPAS lebih menggunakan kata-kata yang halus dan sopan. Sementara itu KOMPAS dijadikan alat untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah karena kedekatan KOMPAS dengan pemerintah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 19 Jul 2012 00:46
Last Modified: 19 Jul 2012 00:46
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12429

Actions (login required)

View Item View Item