ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAHSEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAHPADA KABUPATEN JOMBANG

Setyawan, Davit (2006) ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAHSEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAHPADA KABUPATEN JOMBANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KINERJA_PENGELOLAAN_KEUANGAN_DAERAHSEBELUM_DAN_SESUDAH_OTONOMI_DAERAHPADA_KABUPATEN_JOMBANG.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Keywords: kinerja pengelolahan keuangan Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintah Kabupaten Jombang dengan judul “Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah Pada Kabupaten Jombang “. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan membandingkan kinerja Pemerintah di Kabupaten Jombang pasca otonomi daerah. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah di Kabupaten Jombang adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan daerah yaitu, Rasio Kemandirian, Rasio Aktivitas/ keserasian, Rasio Efektifitas dan Efisiensi, serta Rasio Pertumbuhan. Hasil perhitungan rasio kemandirian untuk Sebelum Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya 84,75%, sedangkan untuk Sesudah Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya 14,47%. Rasio efektifitas untuk Sebelum Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya adalah 106,05%, sedangkan untuk Sesudah Otonomi Daerah rata-rata per tahun adalah 102,86%. Rasio efisiensi Sebelum Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya adalah 2,12%, sedangkan untuk Sesudah Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya 1,54%. Rasio Aktivitas/keserasian untuk Sebelum Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya 215,73% untuk Belanja Rutin dan rata-rata per tahunnya untuk Belanja Pembangunan 76,23%, untuk Sesudah Otonomi Daerah besarnya rasio aktivitas untuk Belanja Rutin 70,79% rata-rata per tahunnya, sedangkan rata-rata per tahun untuk Belanja Pembangunan 31,66%. Rasio pertumbuhan PAD rata-rata per tahun Sebelum Otonomi Daerah adalah sebesar 12,46%, sedangkan Sesudah Otonomi Daerah rata-rata per tahunnya 45,85%. Untuk rasio pertumbuhan pendapatan rata-rata per tahun untuk Sebelum Otonomi Daerah adalah 138,79% dan untuk Sesudah Otonomi Daerah adalah 35,13%. Hasil perhitungan rasio di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian keuangan untuk Sebelum Otonomi Daerah rendah yaitu 84,75%, sedangkan untuk Sesudah Otonomi Daerah juga rendah 14,47%. Dan yang memiliki tingkat kemandirian tinggi adalah Sebelum Otonomi Daerah. Tingkat efektifitas Sebelum Otonomi Daerah cukup baik yaitu 106,05%, Sesudah Otonomi Daerah juga efektif karena rasionya 102,86% sudah di atas standar 100%, yang memiliki rasio efektifitas paling baik adalah Sebelum Otonomi Daerah. Rasio efisiensi Sebelum Otonomi Daerah sudah baik karena rasio tersebut rendah yaitu 2,12%, untuk Sesudah Otonomi Daerah 1,54%, yang memiliki rasio efisiensi yang paling baik adalah Sesudah Otonomi Daerah. Untuk rasio aktivitas/keserasian Sebelum Otonomi Daerah sebesar 215,73% untuk Belanja Rutin dan 76,23% untuk Belanja Pembangunan menandakan bahwa alokasi dana banyak untuk Belanja rutin. Untuk Sesudah Otonomi Daerah 70,79% untuk Belanja Rutin dan 31,66% untuk Belanja Pembangunan hal ini berarti alokasi dana masih cenderung untuk Belanja Rutin, Untuk rasio pertumbuhan Sebelum Otonomi Daerah cenderung menurun, untuk Sesudah Otonomi Daerah juga mengalami penurunan. Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyarankan sebaiknya Pemerintah Kabupaten Jombang lebih untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah untuk mengurangi ketergantungan kepada pihak luar, mempertahankan efektifitas dan efisiensi keuangan, serta meningkatkan rasio pertumbuhan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 18 Jul 2012 05:48
Last Modified: 18 Jul 2012 05:48
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12381

Actions (login required)

View Item View Item